Persaingan Batik Kian Ketat, Disperindag Malah Loyo

0 5

Persaingan Batik Kian Ketat, Disperindag Malah Loyo

Perkembangan batik di Pamekasan masih stagnan. Utamanya dalam masalah pemasaran. Pemerintah kabupaten dinilai kurang gereget untuk meningkatakan kualitas batik lokal. Padahal, jika melihat kualitasnya, batik Pamekasan sudah layak dijual di pasar dunia.

Ketua Komunitas Perempuan Batik (Kupetik) Pamekasan Deajeng Pangestu menuding Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan lemah dalam masalah pemasaran. Disperindag disebut kurang berperan aktif dalam pemasaran batik lokal. Jika disperindag tidak mengambil peran, dikhawatirkan kualitas batik Pamekasan akan kalah saing dengan batik daerah lain. Apalagi saat ini persaingan batik di Indonesia ketat.

”Peran pemkab sangat dibutuhkan untuk mengenalkan batik di pasar dunia,” kata Deajeng. Menurutnya, saat ini persaingan batik sangat beragam. Jika hal itu dibiarkan, produksi batik di Pamekasan akan kalah saing dengan batik-batik luar daerah.

Produksi batik akan meningkat sangat pesat jika pemkab lebih aktif lagi dalam melakukan pemasaran di pasar dunia. Dengan begitu, dunia akan mengetahui kualitas batik Pamekasan. ”Disperindag lebih aktif lagi dalam pemasarannya sampai pasar dunia. Supaya batik Pamekasan tidak hanya dikenal masyarakat lokal. Pemerintah harus prospek terhadap batik lokal,” ungkapnya.

Dengan begitu, proses produksi batik lokal tetap bisa konsisten mengikuti perkembangan batik di pasar dunia. Deajeng menyampaikan, saat ini banyak batik dari luar daerah yang masuk ke Kota Gerbang Salam. Pemerintah seharusnya memberi batasan terhadap masuknya batik luar untuk masuk ke Pamekasan.

”Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan atau menumbuhkan nilai dari kearifan, inovasi, serta kreasi dari batik Pamekasan. Sebab, hal itu merupakan aset daerah yang sepantasnya dikembangkan,” tuturnya.

Harapannya, pemerintah mengusahakan penetapan suatu kebijakan atau strategi yang mempengaruhi perkembangan industri batik. Dengan begitu, akan menumbuhkembangkan perekonomian daerah.

Kabid Perdagangan Disperindag Pamekasan St Abdiyati Muradi mengaku, pihaknya  sudah melakukan pameran. Yakni pada 26–27 Oktober di Dyandra Convention Centre Surabaya. ”Walaupun tidak ke luar negeri, banyak pengunjung asing yang hadir. Mereka tertarik dengan batik Pamekasan,” ujarnya.

Setiap tahun pihaknya melakukan pameran untuk mengenalkan produksi batik lokal. Tujuannya, meningkatkan produksi batik di Pamekasan. ”Kami sering menggelar pameran meskipun tidak sampai ke luar negeri,” tukasnya.

Source https://radarmadura.jawapos.com https://radarmadura.jawapos.com/read/2018/11/06/102153/persaingan-batik-kian-ketat-disperindag-malah-loyo
Comments
Loading...