Perkembangan Ragam Hias Batik Tahun 1980-1990

0 221

Perkembangan Ragam Hias Batik Tahun 1980-1990

Seni batik di Laweyan secara berangsur-angsur mengalami proses perubahan bentuk, variasi sesuai dengan kebudayaan yang mewarnai pada masa pembuatannya. Sebelum masuknya budaya dari luar, seni batik di Indonesia masih sederhana. Dalam proses perkembangannya seni Batik Laweyan mengikuti kemajuan zaman, sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknik-teknik mekanis yang baru.

Pada tahun 1980-an, seorang ahli dan seniman batik yaitu KRH Honggopuro menciptakan ragam hias batik dengan Motif Semen (flora, fauna). Pada motif batik yang tergolong Motif Semen selalu terdapat ornamen yang menggambarkan tumbuhan atau tanaman. Ragam hias ini banyak diminati oleh masyarakat Surakarta. Warna dari ragam hias ini tampak cerah berbeda dengan warna ragam hias kraton yang cenderung gelap. Perkembangan ragam hias batik, tak luput dari selera masyarakat. Suatu ragam hias apabila banyak yang menyukainya, maka akan menjadi mode pada masa itu. Demikian halnya dengan ragam hias ciptaan KRH Honggopuro.

Di sini sebagai contoh salah satu ragam hias yang diciptakan oleh KRH Honggopuro. Ragam hias semen ini berupa flora dan fauna, yaitu tanaman sulur beserta bunga dan kupu-kupu. Warna dasar merah muda dengan titik-titik putih sebagai pengisi ruang. Pada masa ini perkembangan ragam hias batik di Laweyan, Surakarta berdasarkan pada karya atau ciptaan.

Source http://lib.unnes.ac.id/2380/1/1535.pdf
Comments
Loading...