Perkembangan Ragam Hias Batik Tahun 1970-1980

0 186

Perkembangan Ragam Hias Batik Tahun 1970-1980

Ragam hias batik Laweyan, Surakarta pada mulanya mengikuti ragam hias batik dari kerajaan/kraton. Ragam hias tersebut merupakan ragam hias yang telah baku atau istilah jawanya “dipakemkan”. Sebagai contoh ragam hias yang telah baku, antara lain: ragam hias Kawung, Sawat, dan Parang. Ragam hias tersebut memiliki ciri khas batik pedalaman, dari segi motif maupun warnanya. Pada masa itu berkembang pesat batik dengan ragam hias Sido Wirasat. Wirasat berarti nasehat. Pada ragam hias ini selalu terdapat ragam hias truntum. Ragam hias Sido Wirasat melambangkan harapan bahwa orang tua akan menuntun serta memberi nasehat kepada kedua mempelai yang akan memasuki hidup berumah tangga.

Ragam hias Sido Wirasat ini dipakai pada upacara perkawinan, biasanya dipakai oleh orang tua mempelai. Ragam hias Sido Wirasat ini sebenarnya termasuk ragam hias kraton. Dari segi warna, warna dasar yang dipakai adalah hitam. Dari segi motifnya, berupa perpaduan antara truntum, tambal, dan kawung.

Ragam hias Sido Wirasat ini berkembang, karena budaya dari masyarakat Surakarta. Masyarakat Surakarta yang dekat dengan kraton, tentunya memiliki adat istiadat atau tradisi yang kuat. Demikian pula dalam penyelenggaraan upacara perkawinan. Pemakain ragam hias Sido Wirasat ini telah menjadi tradisi bagi mereka.

Source http://lib.unnes.ac.id/2380/1/1535.pdf
Comments
Loading...