Perkembangan Motif Mega Mendung di Toko EB Batik

0 44

Perkembangan Motif Mega Mendung di Toko EB Batik

Motif Mega Mendung klasik koleksi EB Batik seperti gambar di atas masih tersimpan di EB Batik sejak 1978 atau pada saat toko ini berdiri hingga saat ini. Motif Mega Mendung pada gambar di atas memiliki 7-9 gradasi warna dan lebih dominan berwarna cerah, terdiri dari gradasi biru tua sampai biru muda dan warna dasar kain berwarna merah. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan salah seorang karyawati di EB batik Marina didapatkan bahwa Motif Mega Mendung tersebut menjadi seragam karyawan pada hari tertentu. Motif Mega Mendung klasik koleksi EB Batik hanya terdapat ornamen utama yaitu Motif Mega Mendung, tidak terdapat hiasan pelengkap atau kombinasi motif, dan tidak terdapat isen-isen yang menjadi hiasan pada motif.

Bentuk Mega Mendung klasik ini motifnya tidak terlalu mendominasi pada bagian kain, namun tetap seperti awan yang bergumpal. Motif Mega Mendung ini mengandung makna atau sejarah tersendiri karena merupakan batik tradisional Cirebon. Motif Mega Mendung pada gambar di atas menjadi ciri khas dari toko EB Batik dan banyak diminati oleh konsumen. Proses pembuatanya dikerjakan oleh perajin dari Trusmi, menggunakan teknik batik tulis, dan bahan yang digunakan adalah bahan katun.

Pada Motif Mega Mendung klasik koleksi EB Batik hanya terdapat ornamen utama yaitu Motif Mega Mendung , tidak terdapat hiasan pelengkap atau kombinasi motif, dan tidak ada isen-isen yang menjadi hiasan pada motif. Proses pembuatanya dikerjakan oleh perajin dari Trusmi, menggunakan teknik batik tulis dan bahan sutra. Motif Mega Mendung di toko EB Batik ini biasanya diterapkan pada bahan sandang, tas, sandal, bantal dan lain-lain. Penguasaan dalam mengkreasikan Motif Mega Mendung di toko EB Batik beraneka ragam diantaranya adalah di modifikasi dengan singa barong, naga, gentong, dan Motif pinggiran bunga. Proses pembuatan desain Motif Mega Mendung biasanya terinspirasi dari trend atau gaya pada saat ini yang sesuai dengan selera konsumen.

Source http://eprints.uny.ac.id/27625/1/Prasetyaningtyas%2C%2007207241013.pdf
Comments
Loading...