Perkembangan Motif Mega Mendung di Sanggar Batik Katura

0 29

Perkembangan Motif Mega Mendung di Sanggar Batik Katura

Motif Mega Mendung klasik telah ada sejak abad ke 14 atau sekitar tahun 1400, pada Motif Mega Mendung klasik tidak terdapat kombinasi motif. Motif Mega Mendung klasik ini milik Keraton Kanoman yang tersimpan di Sanggar Batik Katura untuk direproduksi. Motif Mega Mendung memiliki 2 gradasi warna biru pada motif dan latar kain berwarna merah ati, mengandung makna sebagai pemberi hujan, karena awan mendung yang dinanti-nantikan memberi hujan sebagai anugrah. Mega Mendung klasik mempunyai karakteristik tersendiri yaitu bentuknya seperti Mega tetapi pada saat membuat melihat mega itu dari air bukan dari langit.

Motif Mega Mendung klasik shanya terdapat ornamen utama yaitu motif Mega Mendung , tidak terdapat hiasan pelengkap atau kombinasi motif, dan tidak terdapat isen -isen yang menjadi hiasan pada motif. Proses pembuatanya dikerjakan oleh perajin dari Trusmi, menggunakan teknik batik tulis dan bahan katun. Motif Mega Mendung klasik koleksi Sanggar Batik Katura ini masih tersimpan di Sanggar Batik Katura untuk direproduksi. Motif Mega Mendung memiliki 7-9 gradasi warna biru pada motif dan latar kain berwarna merah, mengandung makna tersendiri contohnya pada gradasi 7 warna yang melambangkan langit terdiri dari 7 lapisan. Karena Mega mengandung makna awan dan Mendung mengandung makna tidak hujan tetapi tidak panas, adem atau sejuk.

Mega Mendung klasik mempunyai karakteristik tersendiri yaitu bentuknya seperti Mega tetapi pada saat membuat melihat mega itu dari air bukan dari langit. Motif Mega Mendung klasik seperti pada gambar di atas hanya terdapat ornamen utama yaitu motif Mega Mendung , tidak terdapat hiasan pelengkap atau kombinasi motif, dan tidak ada isen-isen yang menjadi hiasan pada motif. Proses pembuatanya dikerjakan oleh perajin dari Trusmi, menggunakan teknik batik tulis dan bahan katun. Motif yang dihasilkan di sanggar batik Katura ini pada dasarnya merupakan motif Mega Mendung yang sudah dikembangkan dari motif Mega Mendung klasik.

Source http://eprints.uny.ac.id/27625/1/Prasetyaningtyas%2C%2007207241013.pdf
Comments
Loading...