Perkembangan Batik Wonogiri

0 203

Perkembangan Batik Wonogiri

Kerajinan batik berkembang dengan sangat cepat pada tahun 1755, yaitu pada zaman Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Pada saat itu masing-masing keraton mengembangkan gayanya, sehingga kaya akan motif, corak maupun pewarnaannya. Berbicara masalah batik maka tidak dapat dipisahkan dengan permasalahan motif pada batik. Peranan motif pada batik khususnya batik klasik akan sangat menentukan visualisasi batik secara keseluruhan. Motif pada batik dapat menunjukan latar belakang budaya dan perkembangannya.

Walaupun masih belum mempunyai predikat atau sebutan sebagai kota budaya, Kabupaten Wonogiri menyimpan potensi budaya yang menarik berupa Batik Wonogiren yang berpusat di Kecamatan Tirtomoyo. Tidak mau kalah dengan kota-kota penghasil batik lainnya di Jawa Tengah seperti Solo, Pekalongan, dan Rembang, Kabupaten Wonogiri mempunyai ciri khas tersendiri dalam kreasi motif batik. Batik Wonogiren dibakukan motifnya berupa empat macam, yaitu corak bledak, dasaran jene (kuning kecokelatan), sekaran (lukisan bunga), dan babaran (guratan) pecah.

Sekarang Batik Wonogiren tak hanya berfokus pada 4 motif batik saja seperti yang pernah ditetapkan oleh Bupati Wonogiri pada tahun 1993 silam. Sekarang ini para perajin batik Wonogiren mulai mengembangkan berbagai motif batik seperti seperti Truntum, Sidomukti, Sidoasih, Sidomulyo, Wahyu Tumurun, Latar Putih, Bledak, Parang Rusak, dan Parang Barong. Para wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh berupa Batik Wonogiren dari Tirtomoyo pun tersedia di gerai-gerai di rumah perajin.

Source Perkembangan Batik Wonogiri Batik
Comments
Loading...