Perkembangan Batik Sendang Duwur

0 277

Perkembangan Batik Sendang Duwur

Perkembangan Batik Sendang Duwur mengalami perkembangan yang sangat pesat, dapat dilihat dari teknik membatik, perubahan motif, pewarnaan, serta pemasaran. Perkembangan Batik Sendang Duwur diketahui dalam dua periode, antara lain :

  1. Periode Tahun 1950-1984

Perkembangan Batik Sendang Duwur dimulai pada tahun 1950 yaitu dengan didirikan koperasi batik. Koperasi batik dapat mempengaruhi tehnik membatik, dahulu proses membatik menggunakan canting. Tehnik yang digunakan dalam proses membatik adalah dengan mencanting malam untuk batik tulis. Batik tulis merupakan batik yang dihasilkan dengan cara menggunakan canting tulis sebagai alat bantu dalam melekatkan cairan malam pada kain. Perkembangan tehnik dapat menghasilkan batik tulis bermutu tinggi di Desa Sendang Duwur ditunjang oleh canting tulis dan kain halus.

Tahun 1966-1984 Batik Sendang Duwur mengalami perubahan pada motif dan warna. Perkembangan Batik Sendang Duwur tahun 1965 bersamaan dengan peristiwa pemberontakan PKI (Gestapu). Dengan kacaunya negara pada waktu itu, maka keberadaan Batik Sendang Duwur juga ikut kacau atau tidak ada lagi kegiatan dalam membatik karena peralatan yang digunakan untuk membatik ikut hilang, pembinanya seorang anggota PKI, disamping itu juga dikarenakan koperasi batik pun bubar. Adapun Kegiatan dalam koperasi batik tersebut antara lain: menenun, membatik, dan memasarkan hasil batik. Pemasaran Batik Sendang Duwur pada waktu itu bisa sampai ke Cepu, Malang, Magetan dan Bojonegoro. Pemasaran pun dilakukan oleh orang-orang Sendang Duwur yang memang gemar mengembara serta mencari pengalaman. Sampai sekarang kebiasaan mengembara orang-orang Sendang Duwur pun masih berlangsung.

  1. Periode Tahun 1984-1996.

Batik Sendang Duwur diangkat dan ditetapkan sebagai Batik Lamongan pada tahun 1984. Pemasaran Batik Sendang Duwur mulai terbuka dan mendapat sorotan dari luar. Dalam hal pemasaran bukan hanya terjadi di Lamongan saja, akan tetapi sampai keluar negeri. Tempat batik diperdagangkan antara lain: pasar lokal, pasar antar kota, antar daerah, antar pulau dan pasar luar negeri, dengan kalangan pembeli yang berbeda-beda. Motif batik sebagai mata dangangan memiliki beraneka macam batik dengan mutu harga berbeda-beda. Tingkatan mutu batik bermacam-macam, dari halus sampai kasar, dari tradisional sampai modern. Batik juga dibuat untuk berbagai keperluan sesuai dengan permintaan pasar. Bahan batik juga bermacam-macam dari kain yang tebal sampai yang tipis.

Tahun 1990-an para pengrajin Batik Sendang Duwur menciptakan motif yang menjadi ciri khas Kota Lamongan yaitu motif bandeng lele. Motif bandeng lele menggambarkan ikan bandeng dan lele dengan ditambahkan bunga melati yang mempunyai makna lambang kesucian. Motif bandeng lele juga mengalami perubahan motif dan warna, perubahan tersebut dikarenakan para pengrajin membuat model sendiri sesuai dengan mengikuti selera konsumen dan mengikuti trend. Pada perubahan fungsi juga berkembang sesuai permintaan. Juga pada perubahan fungsi yang juga berkembang sesuai permintaan.

Batik Sendang Duwur sebagai mata dagangan menuntut pencorakan yang dinamis, penganekaragaman produk, penyelesaian yang cepat, proses yang efisien dan mutu yang stabil. Perkembangan motif Batik Sendang Duwur dipadukan dengan cara menciptakan motif lain bertujuan untuk memenuhi selera konsumen. Hal itu menunjukkan betapa luwesnya motif batik dapat dikemas dalam susunan yang harmonis dengan motif-motif yang lain bagi kepentingan yang berbeda pula. Batik sebagai warisan budaya bangsa tetap eksis dan selalu menjawab kebutuhan masyarakat.

Source Perkembangan Batik Sendang Duwur Batik
Comments
Loading...