Perkembangan Batik Pekalongan Antara Tahun 1950-1970

0 195

Perkembangan Batik Pekalongan Antara Tahun 1950-1970

Pertumbuhan ekonomi tidak bisa lepas dari kebijakan yang ditempuh pemerintah sebagai pemegang dan pengambil keputusan. Kebijakan politik ekonomi yang diambil pemerintah sebagai pemegang kekuasan besar pengaruhnya terhadap tumbuh dan berkembangnya ekonomi dalam hal ini termasuk didalamnya tumbuh dan berkembangnya industri batik. Presiden Soekarno menaruh perhatian sungguh-sungguh kepada perkembangan industri batik. Pemerintah memandang batik tidak hanya sebagai industri yang mendatangkan keuntungan ekonomi tapi batik dijadikan sebagai sarana untuk menumbuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Pemerintah mendorong diupayakannya batik nasional yang bisa mewakili batik daerah-daerah nusantara. Kebijakan pemerintah dalam mendorong batik nasional sebagai sarana mewujudkan persatuan dan kesatuan sangat tepat, sebab pada masa itu persatuan dan kesatuan sangat diperlukan sebagai modal melawan musuh-musuh negara.

Pada tahun 1950 pemerintah mengeluarkan kebijakan bidang ekonomi yaitu program ekonomi kerakyatan. Kebijakan ekonomi kerakyatan yaitu suatu program bidang ekonomi yang ditujukan pada pemberdayaan rakyat dalam bidang ekonomi. Ekonomi kerakyatan hanya bisa diwujudkan jika kegiatan ekonomi tersebut melibatkan rakyat sebagai pelaku ekonomi dan sebagai penikmat hasil kegiatan ekonomi. Program ekonomi yang bertujuan membangkitkan ekonomi kerakyatan tersebut dinamakan Progam Benteng Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kewirausahaan Indonesia dan nasionalisme ekonomi. Beberapa kebijakan pemerintah dalam menggerakan ekonomi kerakyatan khususnya dalam pengembangan industri batik yaitu mendorong pendirian koperasi batik, pemberian lisensi kepada pengusaha pribumi, pemberian kemudahan dalam mendapatkan pinjaman modal dari bank, dan kampanye pemakaian produk dalam negeri.

Akibat dari kebijakan ekonomi kerakyatan khususnya dalam bidang industri perbatikan adalah tumbuh dan berkembangnya industri batik khususnya di Kota Pekalongan. Perkembangan industri batik terlihat pada perkembangan fungsi batik. Jika sebelumnya penggunaan busana batik hanya sebatas pada busana kain bawahan untuk perempuan (jarik) dan sarung mulai berkembang menjadi pakaian jadi misalnya bahan gaun untuk wanita dan kemeja untuk pria semenjak awal tahun 1952. Perkembangan selanjutnya batik menjadi aksesoris untuk topi, household misalnya sprei, bedcover, taplak meja, serbet dan lain-lain. Peningkatan fungsi batik menjadi bahan pakaian jadi mendorong industri batik meningkatkan produksi dan inovasi baik yang ada di Kota Pekalongan atau sentra-sentra produksi batik lainnya. Pada masa itu sulit menemukan masyarakat Pekalongan yang menganggur. Semua orang bekerja termasuk anak-anak yang masih sekolah. Perkembangan dan peningkatan fungsi batik telah mendatangkan keuntungan dan kesejahteraan bagi masyarakat perbatikan Kota Pekalongan secara finansial dan mengembangkan batik baik dalam hal ragam dan coraknya

Source Perkembangan Batik Pekalongan Antara Tahun 1950-1970 Batik
Comments
Loading...