Perkembangan Batik Jetis Sidoarjo Tahun 2000 Hingga 2010

0 162

Perkembangan Motif Batik Jetis Sidoarjo Pada Tahun 2000 Hingga 2010

Mulai masuk awal tahun 2000an mulai banyak bermunculan motif baru, motif baru itu maksudnya motif yang sudah sekian tahun menghilang dan dimunculkan lagi kemudian menjadi trend (terkenal) lagi di pasaran. Tahun 2000an pengaruh permintaan pasar sangat berpengaruh untuk penciptaan motif baru. Pada millennium baru modifikasi-modifikasi motif-motif klasik bermunculan untuk dikenalkan lagi, tapi tidak semua perngrajin batik di Jetis memunculkan kembali motif-motif klasik yang dimodifikasi seperti Motif Sekarjagad yang dimodifikasi dengan latar belakang Motif Rawan Engkok, dan lain sebagainya. Kreativitas dari para pengrajin batik di Kampung Jetis pada tahun 2000an diuji dengan banyaknya permintaan pasar yang menginginkan munculnya motif-motif baru. Tetapi tidak semua pengrajin batik mampu untuk memenuhinya, beberapa pengrajin hanya memodifikasi motif klasik hingga tampak seperti baru.

Para pengrajin batik dituntut agar bisa mengetahui pangsa pasar batik. Pangsa pasar Batik Sidoarjo pada tahun 2000an lebih banyak pada para pedagang yang berasal dari Madura dan daerah sekitar Sidoarjo, karena Sidoarjo mempunyai letak yang strategis yang berada dalam jalur lalu lintas perdagangan Jawa Timur. Batik Sidoarjo menjadi lebih terkenal karena pada tahun 2008 kampung Jetis diresmikan menjadi “Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo”, dulu para konsumen hanya berasal dari daerah sekitar Sidoarjo saja tetapi semenjak diresmikan konsumen batik Jetis Sidoarjo berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan juga para pejabat daerah. Disinilah para pengrajin batik jetis dituntut untuk bisa memuaskan para konsumen dengan karya-karya batik yang beraneka motif dan warna.

Adapun beberapa motif batik yang ada pada tahun 2000an hingga 2010 adalah Motif Kupu-kupu, Capung, Bola, Kipas, Bunga Rumput Laut, Manggis, Teratai, Bunga Tusuk Sate, Udang Bandeng, dan Burung Pelatuk. Pada era modern Motif Batik Jetis mulai beragam, tidak melulu tentang flora dan fauna atau motif geometris. Sekarang sudah mulai bermunculan motif yang memakai benda-benda dalam keseharian yang biasa digunakan manusia sebagai sumber inspirasinya. Contohnya Motif Kipas, motif yang populer pada awal 2000an kini menjadi pilihan yang baik selain motif flora dan fauna. Motif ini banyak disukai oleh konsumen yang berasal dari madura dan daerah-daerah pesisir lainnya. Motif kipas ini melambangkan keanggunan.

Source Perkembangan Batik Jetis Sidoarjo Tahun 2000 Hingga 2010 Batik
Comments
Loading...