Perkembangan Batik Di Ponorogo

0 202

Perkembangan Batik Di Ponorogo

Perkembangan batik di Ponorogo tidak lepas dari riwayat tentang Batoro Katong. Pada zaman dulu di daerah Batoro Katong, ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong yang merupakan adik Raden Patah. Batoro Katong inilah yang membawa agama Islam ke Ponorogo dan sekaligus mengajarkan seni batik.

Daerah perbatikan lama yang bisa dilihat sekarang ialah di daerah Kauman sekarang lebih dikenal dengan Kepatihan Wetan, Desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Corak dan Motif Batik Ponorogo banyak mengangkat tema flora dan fauna yang motifnya condong ke Solo dan Jogjakarta. Motif-motif itu di antaranya adalah latar ireng reog, sekar jagat, djarot asem, klitik dan sebagainya. Untuk warna dasarnya lebih cenderung gelap.

Salah seorang pengrajin batik dari Ponorogo bernama Mariana mengatakan, Batik Ponorogo terkenal dengan Motif Meraknya. Motif ini terilhami dari kesenian reog yang menjadi ikon di daerah Ponorogo. Mariana sendiri selama kiprahnya menekuni batik sejak awal 1980-an, telah menciptalan sedikitnya 25 motif batik asli Ponorogo. Di antara sekian motif tersebut yang paling terkenal adalah Motif Merak Tarung, Merak Romantis, Sekar Jagad dan Batik Reog.

Batik Ponorogo merupakan kebudayaan milik bersama yang harus dijaga dan dikembangkan oleh masing-masing pribadi untuk kepentingan bersama. Perlu adanya kerjasama antara pemerintah, peneliti, kalangan akademisi dan masyarakat Ponorogo untuk mengangkat kembali batik agar dapat eksis dan menjadi tren model untuk semua kalangan. Salah satu upayanya yaitu meningkatkan keahlian dan kreativitas, Pemerintah daerah juga terus melakukan pelatihan dan pembinaan bagi pembatik Ponorogo. Diharapkan dengan pembinaan ini, pembatik Ponorogo akan menciptakan Batik khas Ponorogo lainnya yang diminati pasar.

Source Perkembangan Batik Di Ponorogo Batik
Comments
Loading...