Perkembangan Batik di Luar Keraton

0 30

Perkembangan Batik di Luar Keraton

Pengaruh bangsa asing pun terlihat pada batik. Seorang wanita Belanda mendesain motif batik tetapi tetap dikerjakan oleh pembatik setempat. Batik Belanda bermotif  dongeng  serigala dan si selendang merah buatan tahun 1840 dibeli di Balai Lelang Christie seharga 500 juta rupiah.  Motif dongeng lainnya  yang ada di museum ini seperti Hansel and Gretl,  juga Snow White.   Koleksi ragam hias terkenal dari batik Metzelaar dan Van Zuylen pun ada di sini.

Batik itu adaptif.  Datangnya bangsa-bangsa asing turut mempengaruhi  motif batik. Pokoknya batik itu bisa dibuat sesuai selera dan kemauan perorangan. Yang penting teknik pembuatannya tetap batik. Pengaruh kebudayaan Tinghoa , Jepang dan India juga mewarnai keragaman motif batik.

Motif  naga, burung hong dan singa berkepala anjing jelas berasal dari  mitos Cina. Batik  Cina yang terkenal yaitu batik Tiga Negeri  yang unik karena pewarnaannya di tiga tempat. Warna merah dikerjalan di Lasem, biru di Kudus atau Pekalongan, dan soga di Solo atau Yogya.

Pengaruh Jepang  bisa dilihat dari motif bunga-bungaan seperti sakura, seruni dan krisan. Di masa pendudukan Jepang  bahan bakukain mori sulit didapat. Solusinya agar  produksi batik tetap berjalan dibuatlah batik pagi sore. Batik jenis pagi sore ini membagi dua kain dengan dua motif yang berbeda, bahkan warna pun bisa berbeda.

Source https://www.mondasiregar.com/ https://www.mondasiregar.com/museum-batik-danar-hadi-solo/
Comments
Loading...