Perkembangan Batik Bantul

0 270

Perkembangan Batik Bantul

Dalam perkembangannya Batik Bantul termasuk jenis Batik Petani atau Batik Rakyat serta Batik Saudagaran yang muncul setelah Batik Kraton. Jenis batik ini muncul karena pada masa dahulu ada larangan rakyat biasa memakai batik yang polanya sama dengan kraton. Untuk mengantisipasinya rakyat membuat pola baru, hingga muncul jenis batik tersebut. Daerah Bantul sendiri merupakan pusat Batik Petani/Rakyat terbesar di Yogyakarta yang menurut polanya dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama kelompok daerah dengan pola-pola asli batik kraton, karena pembatiknya meniru ketrampilan putri dan abdi dalem kraton.

Selain itu juga memodifikasi pola sehingga berbeda dengan aslinya bahkan dengan perkembangan komunikasi antar daerah melalui perdagangan oleh para pedagang masuk pengaruh pola dari daerah lain. Kelompok ini meliputi Desa Wukirsari, Girirejo dan Wijirejo. Kedua, batik kidulan gabungan dari batik rakyat /batik petani dengan batik saudagaran, kelompok daerah yang membuat batik-batik dengan pola utama sebagai latar pola, seperti parang lereng, atau isen latar seperti galaran, gringsing atau cecek kepyur yang dipadukan dengan ragam hias yang menggambarkan alam sekitar petani dalam kesehariannya seperti tumbuhan dan binatang. Batik ini dihasilkan di daerah Sanden, Pandak dan sekitarnya.

Ketiga kelompok daerah yang menggunakan pola nitik sebagai pola produk batiknya, yang pada awalnya di daerah Pleret. Pola nitik merupakan pola tiruan dari pola tenunan kain “patola/cinde” yang berasal dari Gujarat India. Pola nitik yang berkembang di Bantul maupun luar Bantul sebagian besar diberi nama bunga seperti kembang kanthil, kembang waru atau dipadupadankan dengan pola lain seperti parang, kawung dan lain-lain sehingga muncul nama seperti nitik tambal, nitik cakar ayam dan lain-lain. Berdasarkan teknik pembuatannya batik dapat dibedakan menjadi batik tulis, batik cap, batik kombinasi tulis dan cap serta batik lukis. Berdasarkan golongan atau status sosial dapat dibedakan menjadi batik kraton, batik saudagaran dan batik petani/ rakyat. Berdasarkan motifnya dapat dibedakan menjadi batik tradisional/klasik dan kreasi baru/modern.

Source http://arsip.tembi.net/ http://arsip.tembi.net/peristiwa-budaya/batik-bantul
Comments
Loading...