Perkembangan Batik Balikpapan

0 397

Cikal bakal batik Balikpapan dimulai pada 1991. Ketika itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi menggelar program pelatihan keterampilan. Diantara sekian program yang ditawarkan, beberapa orang tertarik dengan membatik. Salah satunya Hariyati. Instruktur yang dilibatkan dalam latihan keterampilan ini adalah para ahli dari Balai Besar Batik Yogyakarta. Latihan meliputi pengenalan batik, perlengkapan dasar, melukis motif, hingga menuangkan motif dalam mori. Melalui latihan yang dilakukan secara simultan, barulah tahun 1993, salah beberapa peserta berani membuat produksi. Hariyati termasuk peserta yang berhasil hingga mendirikan SHAHO.

Peran Pemerintah Kota Balikpapan dalam mendorong perkembangan batik terlihat sejak awal keberadaan motif lokal. Selain menggelar pelatihan membatik, juga digelar pameran hasil karya perajin lokal, sampai melakukan promosi ke berbagai kota dan negara. Dalam mengenalkan batik Balikpapan, istansi yang terlibat juga semakin banyak. Selain Disperindagkop dan Dekranasda, ada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, hingga Dinas Pendidikan.

Pusat Batik Nusantara

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi juga telah mengeluarkan Surat Keputusan yang mewajibkan pegawai negeri sipil mengenakan batik setiap hari Kamis. Penggunaan batik di lingkungan pendidikan juga telah dilakukan lebih dulu. Selain melalui kebijakan ke dalam instansinya, pemerintah mendorong industri batik melalui kemudahan perijinan bagi investor yang akan membangun sentra-sentra perdagangan batik.

Salah satunya dilakukan manajemen Balikpapan Trade Mall yang menyediakan satu lantai sebagai Pusat Batik Nusantara. Ini adalah pusat batik terbesar di Indonesia Timur. Bukan hanya motif Balikpapan, juga memperoleh ruang yang lebih luas. Toko yang menjual pakaian khusus motif batik bermunculan di sepanjang Jalan Sudirman, hingga Ahmad Yani.

Bahan batik pada masa lalu berupa bahan katun atau mori, tetapi sekarang pengetahuan bahan dan aplikasi untuk bahan batik sudah sangat beragam. Selain katun mori, ada juga organdy, organdy chiffon, organdy sutra, sutra, sutra ATBM (bukan mesin), chiffon, chiffon sutra, denim, suede, dan masih banyak lagi.

Saat ini batik lebih beragam. Keberagaman tersebut meliputi keberagaman motif batik yang semakin lama semakin berkembang, warna batik yang semakin lama semakin menarik warnanya, keberagaman jenis bahan, teknik, dan desain busananya. Keberagaman motif batik sekarang sudah tidak terpaku bentuk motif, isen, tata susunan, dan teknik seperti pada masa kini perkembangannya sangat luas dan bebas, mulai  unsur motif klasik hingga pengolahan motif yang sangat ekspresif.

Teknik membatik pun berkembang. Zaman dahulu teknik batik perintangan dengan malam dilakukan menggunakan berbagai canting. Dalam perkembangannya, tidak hanya canting saja nakan. tetapi juga bisa menggunakan kuas. Selanjutnya, pewarnaannya tidak lagi hanya celup tetapi bisa dengan menggunakan air-brush atau dengan teknik colet.

Source Perkembangan Batik Balikpapan Go Discouver Dekaranasda
Comments
Loading...