Perjuangan Mencari Motif Batik Semarang

0 311

Perjuangan Mencari Motif Batik Semarang

Ketertarikan Umi yang merupakan pemilik Sanggar Batik Semarang 16 menekuni usaha batik ketika Ia mengikuti pelatihan pengembangan kepribadian di Kota Semarang dan kebetulan instrukturnya memiliki hobi mengumpulkan motif batik dengan beraneka ragam warna yang menawan. Kekaguman Umi tersebut ternyata tidak berhenti disitu saja, Ia mulai terdorong untuk mempelajari segala hal yang berhubungan dengan seni batik dan ingin mengetahui bagaimana caranya membuat kerajinan batik.

Kurang lebih delapan tahun lamanya Ia memperdalam ilmu batik dari para pengrajinnya langsung di berbagai kota, sebut saja seperti para pengrajin batik di Kota Yogyakarta, Pekalongan, maupun para pengrajin batik di Daerah Surakarta. Namun sayang, para pengrajin batik di daerah tersebut tidak membagikan ilmunya secara maksimal kepada Umi, sehingga Ia terpaksa harus melanjutkan perjuangannya menuntut ilmu membatik sampai ke Museum Tekstil Jakarta. Dari sinilah Umi mendapatkan banyak informasi mengenai batik, hingga akhirnya Ia bisa membuka sanggar pelatihan batik yang diberi nama Semar 16 Batik Course, dan sekarang ini berubah nama menjadi Batik Semarang 16 yang memiliki 219 motif original dan telah terdaftar secara resmi di Ditjen HAKI.

Selain menghadapi beberapa kendala dalam mempelajari pembuatan batik, pemenang The Best Executive Award 2010 dari Citra ini juga menghadapi banyak hambatan ketika berusaha menciptakan sebuah ciri khusus bagi kerajinan batik khas semarang. Melibatkan berbagai pihak terkait seperti para akademisi, ilmuwan, dan kalangan budayawan di Kota Semarang, Umi memberanikan diri untuk menciptakan motif, memilih warna, dan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai selera pasar sebelum akhirnya Ia melemparkan hasil kreasinya kepada khalayak ramai.

Kerja keras dan perjuangan ini pun ternyata membuahkan hasil yang cukup maksimal. Di bawah bendera Batik Semarang 16, sekarang ini ada sekitar 219 motif batik yang berhasil Ia ciptakan dan telah terdaftar di Ditjen HAKI. Motif tersebut terbagi dalam lima kategori induk, misalnya saja seperti kategori ikon Semarang yang menampilkan motif batik Tugu Muda, Gereja Blenduk, Lawang Sewu, Blekok Srondol, Jembatan Mberok, dan Asem. Kategori sejarah Semarang terdiri dari motif Cheng Ho dan Marabunta. Sedangkan untuk kategori kuliner, Umi sengaja membuat motif batik Lumpia, motif Mie Kocok, dan Tahu Gimbal. Ada juga kategori flora dan fauna yang mengangkat motif Merak Njeprak, Merak Mlerok Latar Asem, dan Cattleya. Terakhir, Umi mulai mengkombinasikan Klasik Kontemporer menjadi Motif Parang Tugu Muda, Sido Roning Asem, serta Motif Ceplok Cattleya. Dengan mengkombinasikan aneka macam motif batik nan cantik dengan teknik pewarnaan alami, Umi S. Adi Susilo tidak hanya berhasil mengangkat kembali batik khas Semarang namun juga berhasil mendatangkan untung besar setiap bulannya.

Source https://bisnisukm.com/ https://bisnisukm.com/batik-semarang-16-kini-sukses-menembus-batas.html https://bisnisukm.com/tag/kerajinan-batik
Comments
Loading...