Perjalanan Batik Pekalongan Melintasi Zaman

0 1.181

Perjalanan Batik Pekalongan Melintasi Zaman

Batik Pekalongan sudah tersebar di berbagai daerah yang ada di Nusantara, bahkan luar negeri. Sejarahnya tercatat sejak ratusan tahun lalu. Batik Pekalongan memiliki sejarah yang terentang panjang ke belakang. Bertahan sebagai pusat batik hingga kini, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pun menasbihkan diri sebagai Bumi Legenda Batik Nusantara. Identitas baru ini secara resmi diluncurkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di Padepokan Batik Failasuf Wiradesa. Identitas ini tidak berlebihan. Perkembangan batik di pesisir Pantai Utara Pekalongan sudah tercatat sejak awal 1800 silam. Perkembangan batik pesisiran sudah ada dari era Kerajaan Mataram dan legenda Nyi Roro Kidul hingga Dewi Lanjar. Batik Pekalongan pun melintasi zaman. Seiring regenerasi pembatik, inovatif, dan mengikuti tren masa kini, batik pun tak sampai tergerus oleh zaman di era digital modern dewasa ini.

Dalam perkembangannya dari jumlah total 40 ribu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), 30 ribu UMKM di Kabupaten Pekalongan di antaranya menggeluti bidang usaha batik. Dengan pelaku usaha sejumlah itu, sekitar 70 persen batik yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara merupakan produksi dari sentra batik di Kabupaten Pekalongan. Asip juga memperkenalkan ikon batik khas pesisiran Bumi Legenda Batik Nusantara. Desain batik itu berbalut kain berwarna hitam dan bergambar flora dan fauna khas pesisiran. Batik itu cantik, indah, dan menenteramkan. Karena melalui beberapa tahapan rumit dari awal proses hingga jadi. Itulah yang membuat UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda di dunia. Tentu saja selalu ada makna di setiap desain batik yang dibuat.

Untuk bahan baku batik di Kabupaten Pekalongan pun tersedia dan jumlahnya mencukupi untuk kebutuhan perajin batik di lingkungan masing-masing. “Bahan baku batiknya di sini sangat melimpah. Jadi, berapa pun yang dipesan, hingga satu juta potong pun bisa. Hal ini yang membedakan kita dengan daerah lain sebagai produsen batik,” ujar Asip. Tak hanya beredar di Indonesia, ternyata batik pesisiran asal Kota Santri juga sudah beredar hingga ke negara di belahan dunia di benua Amerika, Asia, Afrika, dan Eropa. Batik Pekalongan sangat diminati mulai dari masyarakat bawah hingga atas. Untuk harga bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta. Jadi semua tergantung kebutuhan masing-masing. Karena karya seni batik tak ternilai.

Source http://www.liputan6.com/ http://regional.liputan6.com/read/3053596/perjalanan-batik-pekalongan-melintasi-zaman http://www.liputan6.com/tag/batik-pekalongan
Comments
Loading...