Perbedaan Batik Sunda dengan Batik Lain

0 11

Yan Yan Sunarya, dosen kriya Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga mempunyai julukan sebagai doktor batik Sunda, tak henti-hentinya mengenalkan batik Sunda dalam setiap kesempatan. Dia mengenalkan dirinya sendiri sebagai doktor batik Sunda pertama di dunia pada tahun 2014, dan pada tahun 2016 dia diakui sebagai “The First Doctor in Sundanese’s Batik”.

Yan Yan menjelaskan, sejarah batik dalam masyarakat Sunda berasal dari kata “euyeuk” dan “pangeuyeuk”. Kata itu terdapat di dalam naskah Sunda Buhun Siksa Kanda Ng Karesian pada abad ke-16. Dalam naskah itu dijelaskan mengenai bahan, potongan, warna, corak, estetika, dan cikal bakal batik saat ini.

Warna beureum euceuy (merah kuat) dan hejo ngagedod (hijau pekat) merupakan dua di antara sejumlah contoh warna batik Sunda. Bagaimana rancangannya, itu ada istilah didadarkeun, wirahma, dilempengkeun, entong paliyas, kade papalimpang. Banyak sebetulnya cuma saja visualisasinya tidak ada, melainkan baru secara literasi saja.

Yan Yan mengatakan, sulit untuk mengetahui bentuk visual asli batik Sunda karena hanya sebatas bukti literasi. Karena itulah visualnya sebagian dipengaruhi batik Jawa yang ada saat ini. Sebab, menurut Yan Yan, antara batik Jawa dan Sunda punya saling keterkaitan secara historis.

Batik Sunda itu tercermin dari orang Sunda yang terbuka (muka), adaptif (merenahkeun), positif (hade hate), dan kreatif (binangkit). Sehingga dalam unsur pemilihan warnanya mencerminkan keceriaan, kadang terang.

http://jabar.tribunnews.com/2018/07/14/apa-yang-membedakan-batik-sunda-dengan-batik-lain-ini-penjelasan-doktor-batik-sunda-asal-itb?page=2

Comments
Loading...