Perbedaan Batik Murah dan Batik Mahal

0 57

Perbedaan Batik Murah dan Batik Mahal

Saat ini Batik begitu mudah ditemui. Baik yang sudah dalam bentuk pakaian, maupun yang masih berwujud helai kain. Harganya pun beragam, dari puluhan ribu Rupiah, sampai puluhan juta pun ada. Apa bedanya? Menurut Astuti, batik menurut cara pembuatannya dapat dikategorikan menjadi 4 jenis

Batik Tulis

Pengerjaannya murni menggunakan tangan dan peralatan manual. Canting untuk menggambar batik, lilin atau malam yang dicairkan dengan wajan di atas anglo berfungsi sebagai tinta.

Pembatik umumnya berjiwa seni tinggi. Ia harus menggambar motif keseluruhan secara manual. Mengatur tata letaknya sedemikian rupa hingga menjadi paduan motif yang selaras. Ini perlu sesi belajar khusus. Karena itu umumnya pengrajin batik tulis sifatnya turun temurun.

Sepotong kain tidak mungkin dikerjakan massal karena karakter goresan cantingnya akan kelihatan berbeda. Untuk membuat sehelai kain batik, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 6 hingga 7 bulan. Maka dari itu diperlukan kesabaran tingkat tinggi.

“Inilah batik yang sesungguhnya. Pembuatannya melalui serangkaian proses. Tak heran kalau batik tulis dijual dengan harga mahal,” ujar Astuti.

Salah satu contoh produk batik tulis adalah Batik Limaran rancangan Insana Habibie. Harga Batik Limaran rata-rata Rp10 juta. Batik Limaran diproduksi di beberapa kota seperti Pekalongan, Semarang, dan Cirebon.

Batik Cap

Batik ini dibuat menggunakan cap. Alat yang terbuat dari tembaga biasanya berdimensi 20 x 20 centimeter. Beda cap, beda pula motifnya.

Beberapa ciri batik cap adalah:

  • Keteraturan motif. Desainnya memiliki pengulangan pola yang jelas
  • Umumnya tidak tembus pada kedua sisi kain
  • Aroma cairan malam yang khas biasanya masih tercium pada kain batik cap

Proses pembuatan batik cap tidak serumit batik tulis. Setelah kain mori dicap dengan tekanan cukup agar rapi, dilanjutkan dengan proses pewarnaan. Kain mori direbus agar cairan malam hilang dari kain. Selanjutnya proses ini diulang jika ada beberapa kombinasi warna. Setelah itu pembersihan dan pencerahan warna dilakukan dengan menggunakan soda. Setelah selesai kain dijemur, dan disetrika.

Batik Kombinasi Tulis dan Cap

Batik ini menggunakan teknik tulis dan cap. Biasanya motif besar dibuat menggunakan cap. Sementara isen-isen (motif pengisi atau detail) atau pelatarannya dibuat menggunakan canting dan malam.

Batik Print

Batik ini sebenarnya tidak dapat dikategorikan sebagai batik, melainkan motif batik. “Karena semua dikerjakan oleh mesin,” imbuh Astuti. Biasanya batik print dijual dengan harga relatif murah. Bahkan ada yang hanya Rp50 ribu per potong kemeja.

Pada proses ini, pola telah dicetak di atas alat sablon. Dengan demikian proses pembatikan dan pewarnaan dilakukan sekaligus. Karena itu pula tak dibutuhkan waktu lama. Berbeda dengan serangkaian proses yang dilalui untuk membuat batik tulis dan batik cap.

Beberapa ciri batik print:

  • Motif simetris dan rapi bahkan bisa dikatakan sempurna
  • Tidak memiliki aroma malam yang khas
  • Warnanya meriah, karena proses pewarnaan biasanya dibantu pewarna kimia
  • Warna kain di bagian belakang putih dengan sedikit warna yang tembus dari bagian depan

Setelah mengetahui empat jenis batik, berikut sedikit tip dari pemilik jenama Apik, “Sayangilah batik tulis Anda. Sedapat mungkin hindari memotong dan menjadikannya pakaian. Pakailah sebagai kain utuh agar tidak mengurangi nilai dan kecantikannya,” pungkas Astuti.

Source https://beritagar.id https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/beda-batik-murah-dan-mahal
Comments
Loading...