Perajin dan Pengusaha Batik Bentuk APPBI

0 343

Perajin dan Pengusaha Batik Bentuk APPBI Songsong Masa Depan Industri Batik

Para perajin dan pengusaha batik yang ada di seluruh Indonesia sepanjang sejarah mempertahankan keberadaaan Batik Indonesia telah melewati fase naik dan turun. Pergerakan trend busana, pengaruh ekonomi, dan politik, hidup dalam lingkungannya. Padahal batik adalah produk bernas yang dilahirkan oleh cipta, rasa, dan karsa manusia Indonesia. Batik sendiri selalu identik dengan upaya pelestarian dari karya warisan murni Indonesia. Dan telah lama pula menjadi komoditas semenjak para saudagar meminati batik sebagai komoditi. Di lain hal, batik adalah karya seni.

Para pembatik kerap dijadikan obyek, bukan subyek yang vital. Terus digalang untuk tetap hidup dan menghidupkan Batik Indonesia, tetapi kerap terkendala dengan permasalahan produksi, sumberdaya manusia, dan pemasaran. Hal ini kemudian menumbuhkan kesadaran dari berbagai pihak untuk menguatkan hulu, yakni membangun ikatan erat antar perajin dan pengusaha batik di seluruh Indonesia dengan kesamaan visi dan misi. Maka terbentuklah Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI).

Menggalang Persatuan Para Pembatik

Dengan semangat pelestarian dan pengembangan Batik Indonesia dari para pecinta, pemerhati, peneliti, pelestari sekaligus perajin asli batik Indonesia yang telah lama memproduksi dan melestarikan wastra batik Indonesia, APPBI memiliki misi dan visi yang tegas. Tujuan pertamanya adalah: Menggalang persatuan dan kesatuan perajin dan pengusaha Batik Indonesia dalam satu visi dan misi. Tujuan keduanya: Meningkatkan kesejahteraan perajin batik serta meningkatkan potensi sumberdaya manusia untuk melahirkan inovasi di bidang kerajinan Batik Indonesia. Dan tujuan ketiganya: Melengkapi dan mensinergikan program dengan institusi terkait, program pemerintah, kementerian terkait, dinas-dinas terkait, dan institusi yang concern terhadap kerajinan Batik Indonesia.

Pendiri APPBI terdiri dari perajin dan pengusaha batik Indonesia seperti: Komarudin Kudiya (Batik Komar-Bandung), Dudung Romadhan (Pekalongan), Failasuf (Batik Pesisir- Pekalongan), Romi (Batik Wirokuto- Pekalongan), Eko Suprihono (Batik Brotoseno), Zahir Wahidi (Pekalongan), Sapuan (Batik Sapuan), Nur Cahyo (Pekalongan), Sri Hartatik (Solo), Afif Syakur (Yogya), Nita Kenzo (Batik Jawa), Veldy R. Umbas (Menado), Siti Maemona (Madura), (Yuli Astuti – Kudus), Wirasno (Canting Wira – Surabaya), (Putu Sulistiani – Surabaya), Dimas Andre (Makasar), Bahrul Ulum (Jambi) dan Waritri (Medan).

Source http://www.batiklopedia.com/ http://www.batiklopedia.com/perajin-dan-pengusaha-batik-bentuk-appbi-songsong-masa-depan-industri-batik/
Comments
Loading...