Perajin Batik Tulis Temanggung Terkendala Peralatan

0 129

Perajin Batik Tulis Temanggung Terkendala Peralatan

Para perajin batik tulis yang ada di Desa Brojolan, Bayuputih, Kaloran, Tlogorejo dan Kandangan Kabupaten Temanggung hingga kini aktivitasnya masih terkendala peralatan produksi. Mereka masih mempertahankan kekhasan dengan memproduksi batik dengan pewarnaan dari bahan alam (tanaman dan limbah alam) yang ramah lingkungan. Ada kendala yang dihadapi para perajin ini di antaranya pada proses nyanting  masih menggunakan kompor minyak yang panasnya tidak stabil. Bahkan,  jumlah kompor terbatas sehingga anggota Kelompok Batik tidak bisa nyanting di rumah masing-masing. Kendala lain, kualitas hasil pewarnaan belum sempurna karena alat yang digunakan untuk proses pewarnaan belum menggunakan bak celup sesuai dengan ukuran standar.

Tim yang bermitra dengan dua Kelompok Usaha (KU) Batik Warna Alam Laras Tirto Pinilih dan Batik Tlodas Temanggung ini masalah lain yang terungkap dalam pengembangan batik ini, adalah  tidak memiliki peralatan batik cap untuk menambah jenis produk baru.

Selain itu, diamenambaha usaha ini belum mempunyai web pemasaran, termasuk belum dapat menyusun laporan keuangan secara baik dan benar. Solusi yang diberikan di antaranya kompor minyak diganti kompor elektrik sehingga kualitas hasil nyanting lebih bagus. Kemudian, menambah jumah kompor yang dimiliki kelompok serta pengadaan bak celup untuk pewarnaan yang sesuai ukuran agar hasil pencelupan bisa sempurna.

Dari sisi pemasaran juga dilakukan pelatihan dan kegiatan praktik  pemasaran melalui website. Adapun untuk administasi tim mengadakan pelatihan dan praktek menyusun laporan keuangan. Setelah dilakukan pendampingan tersebut,  kualitas dan jumlah produk batik warna alam meningkat, jenis produk batik cap warna alam bertambah. Selain itu, melalui pemasaran berbasis website, penjualan semakin meningkat. Kini mereka juga bisa menyusun laporan keuangan yang jauh lebih baik.

Tim dari IbM Polines juga memberi masing-masing mitra dengan lima unit kompor elektrik,  satu bak celup pewarnaan, satu unit alat batik cap dari tembaga, satu unit under  berat tiga kg, satu unit kompor besar satu tungku, satu unit meja batik cap berukuran lebar 80 cm,  panjang 100 cm dan tinggi 80 cm. Direktur Polines Ir Supriyadi MT dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Polines Dr Eng Sidiq Syamsul Hidayat ST MT mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat.

Source https://semarangpedia.com/ https://semarangpedia.com/perajin-batik-tulis-temanggung-terkendala-peralatan/
Comments
Loading...