Perajin Batik Tulis Keluhkan Maraknya Penjiplakan

0 344

Perajin Batik Tulis Keluhkan Maraknya Penjiplakan

Para perajin batik tulis yang ada di Kabupaten Tulungagung mengeluhkan minim dan sulitnya pengurusan hak cipta sehingga motif batik hasil karya mereka mudah dijiplak oleh kompetitor sesama perajin batik. “Memang tidak mudah mengurus hak cipta. Jatah sertifikasinya tidak banyak,” kata pengusaha batik dengan merek dagang “Satrio Manah”, Sriyanah. Sebagai salah satu pengusaha batik berskala besar di Tulungagung, Sriyanah mengaku mendapat beberapa kuota sertifikasi hak cipta untuk mematenkan kreasi motif batiknya.

Ada beberapa yang diberikan oleh lembaga kementerian itu tak banyak dimanfaatkan, karena praktik penjiplakan tetap bisa dilakukan dengan hanya mengubah sedikit bentuk, ukuran ataupun variasi dari motif yang asli. Srianah dan suaminya yang sama-sama desainer batik, mengaku hafal dan bisa mengidentifikasi motif batik hasil karyanya yang dijiplak, karena mereka memiliki corak khusus dan tahu belum ada produk batik lain dengan motif tersebut.

Setiap tahun tren motif batik selalu berubah, dan selama ini kami sudah buat ribuan motif berbeda disesuaikan trenseter terbaru. Dan sebagian besarnya juga tidak dipatenkan karena alasan yang sama.

Kasi Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Budianta mengakui banyak motif yang belum memiliki hak cipta sebagai identitas kepemilikan motif, sehingga berisiko dijiplak ataupun lainnya. Memang batik Tulungagung perkembangannya cukup pesat. Namun sayang, banyak motif yang belum memiliki hak cipta. Ada beberapa faktor yang membuat perajin batik masih enggan melindungi motif batik karya mereka, di antaranya karena biaya (mahal), lamanya pembuatan hak cipta, serta penyusunan narasi dari karya yang dibuat.

Perajin batik khawatir kurang bersaing lantaran motif batik itu tak laku lagi karena perkembangan batik saat ini yang semakin cepat. Padahal dengan adanya hak cipta, maka tidak mudah ditiru pembatik lain dan sudah mendapatkan perlindungan hukum. Dari data Disperindag Tulungagung, hingga 2017 baru ada 12 motif batik yang sudah mengantongi hak cipta.

Source http://www.republika.co.id/ http://republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/03/22/on70q2284-perajin-batik-tulis-keluhkan-maraknya-penjiplakan
Comments
Loading...