Perajin Batik Temanggung Pakai Pewarna Alam Kulit Kayu dan Daun

0 166

Perajin Batik Temanggung Pakai Pewarna Alam Kulit Kayu dan Daun

Para perajin batik di daerah Temanggung, Jawa Tengah terus berkreasi mengembangkan produk dengan pewarna alam dari bahan yang bisa diperoleh di daerah setempat. Pemilik Batik Larasati Temanggung Lily Setiawati mengatakan batik tulis warna alam yang diproduksinya merupakan hasil kreativitas warga setempat.

Melalui produk batik warna alam ini kami ingin berperan sera mengembangkan batik lokal yang ramah lingkungan. Beliau menyebutkan pewarna alam yang digunakan antara lain dari kayu mahoni, duwet, daun jati, daun kopi, daun marenggo, sabut kelapa, dan kulit manggis. Bahan-bahan tersebut sangat mudah sekali didapat disekitar lingkungan temapat tinggal dan gampang untuk dibuatnya.

Motif batik yang dikembangkan juga merupakan khas Temanggung antara lain dengan corak tembakau, kopi, prasarti Gondosuli, Situs Liyangan, dan Candi Pringapus. Beliau mengembangkan batik warna alam, pertama karena modal terbatas sehingga memanfaatkan bahan yang ada di sekelilingnya dan dengan pewarna alam tidak perlu penampung limbah karena ramah lingkungan.

Batik warna alam yang terlihat kurang cerah ini tidak semua orang suka, penggemarnya terutama mereka yang benar-benar mengerti soal batik dan memiliki uang karena harga batik warna alam lebih mahal dibanding batik dengan warna kimia. Harga batik warna alam sekitar Rp350.000 hingga Rp2,5 juta per lembar tergantung kerumitan motif dan bahan kain yang digunakan jadi untuk harga yang ditawarkan sebanding dengan kualitas batik yang dibuat.

Source Perajin Batik Temanggung Pakai Pewarna Alam Kulit Kayu dan Daun Batik
Comments
Loading...