Perajin Batik Sragen Belum Optimalkan Alat Bantuan UNS

0 153

Perajin Batik Sragen Belum Optimalkan Alat Bantuan UNS

Persaingan  harga yang tidak sehat antar UKM, belum bisa optimalnya paguyuban batik, keterbatasan tenaga ahli, cuaca yang tidak menentu dan sejumlah faktor lainnya menjadikan upaya peningkatan kesejahteraan Pengrajin Batik di Kecamatan Masaran Sragen belum berjalan optimal. UKM Batik di Kabupaten Sragen masih menerapkan manajemen konvensional baik dalam produksi,  seperti diversifikasi produk, mekanisme produksi, pemeriksaan mutu,  maupun majemen pemasaran,  seperti penentuan target pasar, daerah pemasaran, media promosi juga dalam  manajemen SDM.

Pihaknya bersama Tim dengan Ketua Prof. Dr. Asri Laksmi Riani  yang melakukan penelitian,  menyusun sebuah model untuk melakukan percepatan industri batik tulis kreasi dan kombinasi melalui manajemen hulu hilir untuk mendukung akselerasi pembangunan ekonomi wilayah. Model yang diberi nama Integrated Management for Batik Enrichment IMBE, harus dikelola secara terpadu atau dikelola sektor hulu dan hilir secara berimbang. Sementara, Ketua Paguyuban Produsen Batik Desa Pilang Masaran Sragen, Suwanto membenarkan dalam 2 tahun terakhir,  pihaknya telah berhasil mengembangkan produksi Batik dengan cara mudah dan murah, yakni teknik malam dingin. Menurutnya, bantuan peralatan dari UNS, masih belum dapat digunakan secara maksimal untuk membuat desain.

Salah seorang pengrajin batik, Harno yang memproduksi batik dengan nama HP, menyatakan, batik yang dihasilkannya diambil Pengusaha bermodal besar dan punya nama di sejumlah Kota besar di Indonesia. Meski hanya sebagai produsen, dirinya dan perajin di desanya merasa telah puas, jika di televisi ditayangkan hasil produksinya digunakan pejabat ataupun masyarakat berbagai lapisan. Harno mengaku, usaha yang digelutinya sejak tahun 1975 dengan modal menjual sepeda motor bebeknya. Saat ini,  telah berkembang dan mampu memproduksi 700 hingga 1000 lembar kain batik, baik batik tulis, cabut kombinasi, maupun batik teknik malam dingin.

Source http://rri.co.id/lhokseumawe/home.html http://rri.co.id/lhokseumawe/post/berita/335990/sorotan_kampus/perajin_batik_sragen_belum_optimalkan_alat_bantuan_uns.html
Comments
Loading...