Perajin Batik Solok Dituntut Lebih Kreatif

0 70

Perajin Batik Solok Dituntut Lebih Kreatif

Perajin batik Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar) diminta lebih kreatif menciptakan motif dan corak baru untuk penambahan koleksi batik khas kota beras tersebut. Tujuannya agar lebih bervariasi dan menarik layaknya batik-batik yang berasal dari Pulau Jawa.

Ketua Dewan Kerajianan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Solok, Zulmiyetti Zul Elfian menyebutkan, saat ini persaingan dalam memasarkan kerajinan daerah cukup ketat. Jika tidak memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri akan sulit dipasarkan dalam menarik konsumen.

“Saya selalu menekankan kepada pengrajin untuk jangan pernah sekalipun meremehkan orderan walaupun jumlahnya hanya sedikit. UMKM harus melakukan perbaikan produk dan konsisten menjaga mutu,” ujar Zulmiyetti di Solok.

Saat ini beberapa kelompok pengrajin batik di Kota Solok telah mengembangkan motif Rumah Gadang, Tungku Tigo Sajarangan, dan ikan belibis. Menurut Zulmiyetti pengrajin juga bisa memasukkan motif bunga krisan yang saat ini sedang dikembangkan sebagai kawasan angrowisata di Payo, Kelurahan Tanah Garam, Solok.

Selain menambah motif khas Solok, melalui batik pengrajin juga mengenalkan kawasan agrowisata bunga krisan yang ada di Payo agar menarik lebih banyak pengunjung datang. Apalagi saat ini Solok sedang berusaha mengejar ketertinggalan dari daerah lain. Dimana sebuah daerah dikenal karena memiliki keunikan dari apa yang dikembangkan.

Untuk mempermudah pemasaran, Kota Solok memiliki outlet Dekranasda sebagai tempat untuk mempromosikan sekaligus menjual produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kota Solok. Puluhan UMKM tergabung dan meletakkan produknya di gerai Dekranasda yang ada di Balai Kota, Kantor Wali Kota Solok.

Hal itu dimaksudkan agar pengunjung tak perlu repot mencari tempat penjualan produk kerajinan khas Solok. Dengan berkunjung ke kantor Balaikota Solok semua bisa dilihat dan dibeli secara langsung. Tidak hanya hasil kerajinan seperti batik, songket, tenun, border, dan rajut saja yang dipajang di Dekrasna, tetapi juga makanan. Bahkan di situ juga ada kopi Payo dan serbuk jahe merah yang sudah diimpor ke luar daerah.

Elvi, penjaga Dekranasda menyebutkan, dengan adanya gerai tersebut, UMKM di Kota Solok jadi terbantu dalam hal promosi dan pemasaran. Banyak tamu-tamu luar yang berkunjung ke Balai Kota membeli produk-produk mereka seperti batik, tenun, songket, dan kerajinan tangan lainnya.

“Untuk meletakkan produk-produk di sini gratis bagi seluruh UMKM Kota Solok. Jika nanti sudah terjual, 10% penjualan akan disumbangkan untuk kebutuhan Dekranasda,” sebut dia.

Source http://www.galamedianews.com http://www.galamedianews.com/seni--budaya/213917/perajin-batik-solok-dituntut-lebih-kreatif.html
Comments
Loading...