Perajin Batik Semarangan di Kampung Batik Semarang

0 638

Perajin Batik Semarangan di Kampung Batik Semarang

Kampung Batik Semarang yang terletak di kawasan Bubakan tidak jauh dari Kota Lama kini semakin banyak pengunjung. Bagaimana tidak, ketika memasukinya akan disuguhi tembok-tembok yang penuh dengan seni batik mural mengenai sejarah berdirinya Kota Semarang yang dilukis dengan indah yang biasanya dijadikan background ketika sedang berselfie. Selain itu mungkin masih banyak yang belum mengetahui bahwa kampung batik merupakan pusat batik Semarangan yang sudah lama mati lalu dihidupkan kembali oleh pemerintah. Tak hanya itu, beberapa warga adalah perajin batik, membuka pelatihan batik dan sekaligus menjual hasil kerajinan mereka.

Salah satunya perajin batik yaitu Bapak Dodo, ia menjelaskan bahwa Motif Batik Semarangan memang beragam tetapi sayangnya belum mempunyai ciri khas dan sedang diusulkan iconnya oleh pemerintah, untuksementara ini masih terlihat kaku motifnya seperti tugu muda, daun asam, blekok dan lawang sewu dan lain-lain. Ketika membatik ia menggunakan media kain, lilin panas dan canting/cap untuk membuat kain batik Semarangan, cap yang digunakan untuk membuat motif kain batiknya pun terbuat dari kertas kardus karton yang dibuatnya sendiri. Cap ini bertahan hingga 50 kali pemakaian, berbeda dengan yang aslinya yaitu terbuat dari tembaga pastinya lebih awet dan mahal. Alasan Bapak Dodo membuat cap sendiri karena pada dasarnya beliau membatik menggunakan canting, cap hanya sebagai gabungan motif saja antara tulis, printing.

“Menyanting memang butuh waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan selain rumit, batik Semarangan prosesnya menggunakan tangan semua atau canting . Kalau cap memang cepat selesai paling 4-5 hari jadi. Tapi kalau capkan tidak ada nilai seninya.” perjelas Pak Dodo. Untuk harga batik yang dibanderol sangat beragam, mulai dari harga Rp. 50ribu, ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Harga juga bergantung pada motif dan kesulitan dalam proses membatiknya.

Selain itu setiap hari disini juga membuka pelatihan membatik dengan 2 kategori membuat pola, menyanting warna coret, untuk membatik dengan kain ukuran 30x20cm seharga 30ribu dan ukuran 30x40cm seharga Rp. 50ribu. Biasanya yang mengikuti pelatihan batik yaitu perkumpulan ibu-ibu, beberapa remaja, anak sekolah. Dalam penerapan kepada anak, kegiatan membatik bisa mengasah imajinasi dan kreativitas anak. Diharapkan juga anak-anak bisa pandai membatik nantinya, dengan itu dapat melestarikan kebudayaan yang telah menjadi identitas bangsa Indonesia.

Source https://onlinesore.wordpress.com/ https://onlinesore.wordpress.com/2018/01/14/perajin-batik-semarangan-di-kampung-batik-semarang/
Comments
Loading...