Perajin Batik Purbalingga Kewalahan Dalam Pewarnaan

0 133

Perajin Batik Purbalingga Kewalahan Dalam Pewarnaan

Pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai warisan budaya, tidak berpengaruh bagi perkembangan Batik Purbalingga, Jawa Tengah. Kondisi itu akibat masih rendahnya SDM pembatik. “Hari Batik setiap tanggal 2 Oktober, tidak lantas memberikan pengaruh berarti bagi perkembangan Batik Purbalingga. Padahal menurut para pengamat batik dan kolektor, kualitas batik tulis Purbalingga termasuk terbaik se-Karesidenan Banyumas kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Purbalingga Mukodam.

Permasalahan yang dihadapi para perajin cukup kompleks. Di satu sisi Pemkab ingin mewajibkan seluruh PNS mengenakan batik tulis Purbalingga, di sisi lain perajin mengaku kewalahan karena proses pewarnaan belum dilakukan sendiri. Para perajin ini memang membutuhkan bapak asuh yang fokus pada memotivasi dan memberdayakan perajin batik. Memotivasi mereka agar lebih berani melakukan pewarnaan, membantu penguatan modal hingga memperluas pemasaran.

Jika hanya menggantungkan pada Pemkab Purbalingga dalam segala hal akan sangat berat karena usaha kecil menengah yang harus diperhatikan Pemkab tidak hanya batik. Pelaku dan Pengamat Batik Banyumasan, Zubaedah Tidar mengatakan, dari sisi pembatikan hasil garapan perajin Batik Purbalingga sangat baik, halus dan berkualitas tinggi. Bahkan, bagi penggemar, Batik Purbalingga termasuk batik terbaik se-eks Karesidenan Banyumas.

Kelemahannya perajin belum berani dalam pewarnaan, selalu dikirim ke Sokaraja. Ya kalau yang mewarnai dalam suasana baik, celakanya jika pelakunya mewarnai sesuka hatinya. Ini akan merusak batik yang sudah bagus tadi. Biasanya kalau bukan garapan sendiri, yang mewarnai seringkali juga kurang hati-hati. Zubaedah sendiri pernah memiliki pengalaman pehit terkait pewarnaan ini. Dia meminta perajin Desa Galuh Mrebet Purbalingga untuk membuat sejumlah batik sesuai motif yang diinginkannya. Tapi, batik yang sudah halus garapannya itu akhirnya menjadi barang ‘gagal’ atau reject dan tidak jadi ia pasarkan hanya karena pewarnaan yang asal-asalan.

Source http://www.pikiran-rakyat.com/ http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2010/10/04/123860/perajin-batik-purbalingga-kewalahan-dalam-pewarnaan
Comments
Loading...