Perajin Batik Klaten Kesulitan Bahan Baku

0 24

Perajin Batik Klaten Kesulitan Bahan Baku

Para perajin batik yang ada di Kabupaten Klaten mengakui kesulitan untuk mendapatkan komponen bahan baku pembuatan batik, seperti kain putih, lilin dan soda abu. Kalaupun bahan itu ada di pasaran, harganya cukup tinggi. Akibatnya para perajin batik di Klaten dihadapkan pada kondisi yang dilematis, yakni aktivitas produksi berkurang sehingga banyak karyawan yang menganggur, meskipun tetap masuk kerja.

“Kami mau memberhentikan karyawan tidak tega karena mereka sangat menggantungkan hidup dari kerja membatik ini. Kalau tidak diberhentikan tidak ada pekerjaan yang harus dilakukan, dan saya harus tetap menggaji mereka,” kata M Waluyo, pengusaha batik di Gopaten, Gemblegan, Kalikotes, Klaten.

Kesulitan komponen bahan baku itu sudah dirasakan sejak munculnya isu rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Menghilangnya bahan-bahan tersebut diprediksi mengindikasikan akan adanya kenaikan harga yang signifikan. Dalam beberapa hari terakhir, ia belum mendapatkan kain putih sebagai bahan dasar untuk membatik. Ia sudah mencari di pasaran Solo, namun tidak ada.

Selain itu harga kain putihan tersebut juga sudah mulai merambat naik dari biasanya Rp 7.000 per yard menjadi Rp 8.500 per yard. Kebutuhan bahan berupa malam atau lilin dan soda abu juga sulit didapatkan. Harga dua bahan baku itu juga naik. Bahan baku lilin yang semula hanya Rp 7.000 per kilogram naik menjadi Rp 8.800 per kilogram. Sedangkan soda abu yang semula Rp 3.000 per kilogram menjadi Rp 4.500 per kilogram.

Kenaikan harga komponen bahan baku di atas 10 persen itu cukup merepotkan pengusaha batik, karena saat ini kondisi daya beli masyarakat sedang menurun. Biasanya setiap hari ia mendapat pesanan dan memasok ke pasaran di Yogyakarta, namun akhir-akhir ini hanya bisa memasok setiap seminggu sekali. Akibat kelangkaan dan kenaikan harga bahan baku, serta turunnya daya beli masyarakat, menyebabkan rata-rata produksi turun 30% dari sebelumnya. Itupun produk yang ada tidak bisa terjual semuanya, sebagian masih menumpuk di gudang. Tentang membanjirnya produk tekstil asal Cina, Waluya mengatakan, tidak berdampak langsung pada produk tekstil batik. Hal ini disebabkan barang Cina yang masuk umumnya pakaian bahan non batik.

Source https://batiksastro.wordpress.com/ https://batiksastro.wordpress.com/2006/03/20/perajin-batik-kesulitan-bahan-baku/
Comments
Loading...