Perajin Batik Ikuti Pameran Internasional

0 29

Perajin Batik Ikuti Pameran Internasional

Deretan busana batik berjejer rapi di galeri sekaligus rumah milik Yayuk Setyowati, seorang pembatik asal Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Terlihat pula, empat manekin tanpa kepala, yang juga terpasang busana batik dengan beragam desain. Ada yang mengenakan batik model gaun malam, ada juga yang memakai outer batik. Dalam ruangan yang dimanfaatkan untuk display produk itu, berisi empat buah rak memanjang. Rak-rak itu dimanfaatkan untuk properti, memajang lembaran-lembaran kain batik dengan beragam motif. Pemiliknya, memberi nama galeri tersebut D’Aisha. Usaha batik ini, sudah ditekuni Yayuk Setyowati sejak 2010 lalu. Selama menggeluti usaha batik, ibu dua anak ini bercita-cita melirik pasar luar negeri. Bak gayung bersambut, relasinya dengan sejumlah pembatik, membuka peluang Yayuk untuk merealisasikan cita-citanya tersebut. 

Pada 15-18 Januari lalu, Yayuk (sapaan akrabnya), bertolak ke Hongkong untuk mengikuti pameran busana. Tepatnya di Hongkong Convention and Exhibition Center. Meski pameran digelar selama 3 hari, namun Yayuk berada di negeri bekas koloni Inggris itu selama 8 hari. Tak hanya bertemu desainer Hongkong, Yayuk juga bertemu dengan sesama desainer asal Indonesia. Ia kemudian disarankan untuk mengikuti sekolah desain untuk mempertajam karyanya. 

Saat di Hongkong itulah, ia bertemu dengan salah satu desainer asal Bali. Desainer tersebut, menurut Yayuk, minta dikirimi kalung untuk perhiasan yang dibuat dari kain batik. Dalam pameran tersebut, beberapa produk buatannya pun terjual. Ada produk batik seperti outer, busana muslim, dan kerajinan dari bahan batik. 

Selama di Hongkong, Yayuk juga bertandang ke kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong. Ia diundang untuk memberi pelatihan pada tenaga kerja wanita (TKW). Menurut Yayuk, pihak KJRI memberikan kesempatan pada TKW untuk melatih kreativitas. Salah satunya membatik. Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Yayuk mengatakan, meski merintis usaha desain batik sejak 2010, namun ia mulai bersinggungan dengan batik 2 tahun sebelumnya. 

Mendapat pertanyaan seperti itu, Yayuk tidak serta merta berpikir untuk belajar membatik. Namun, berencana untuk membeli dari perajin batik lain di Kota Probolinggo. Awal tahun 2010, Yayuk mulai belajar membatik. Ia baru mulai memasarkan batik hasil karyanya pada akhir 2010. Cara memasarkannnya pun unik, bukan menitipkan produk, tapi justru menggunakan batik buatannya untuk busana sendiri dan keluarga. Tiga tahun lalu, Yayuk mulai intens mendesain busana dari batik. Mulai dari seragam, outer, sampai gaun malam dibuatnya. Kain batik yang dibuatnya, ternyata dilirik desainer ternama Indonesia, Priscilia Lalita. Batik buatan Yayuk digunakan sebagai bagian dari desain busana yang dirancang oleh Priscilia.

Source https://sinergi.radarmalang.id/ https://sinergi.radarmalang.id/perajin-batik-ikuti-pameran-internasional-radar-bromo/
Comments
Loading...