Perajin Batik di Pamekasan Keluhkan Pemasaran

0 123

Perajin Batik di Pamekasan Keluhkan Pemasaran

Banyak perajin batik yang ada di Pamekasan mengeluh terkait dengan sulitnya hasil kerajinannya untuk dapat dipasarkan. Pemasaran batik terus merosot tajam di Pamekasan, terutama di pasar lokal. Pemasaran di tingkat regional dan nasional juga banyak mengalami kemerosotan. Abdus Sukur, perajin batik asal Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menuturkan, pasar batik di Pamekasan menurun drastik. Produksi batik sulit laku meskipun sudah dijual ke pasar batik. “Kita produksi minggu lalu belum tentu laku bulan ini. Lambat sekali pemasarannya,” ujar Abdus Sukur.

Berbeda dengan tahun 2010 silam ketika Pamekasan dideklarasikan sebagai kota batik oleh Bupati Pamekasan waktu itu, Kholilurrahman. Perajin batik benar-benar kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar. Baik pasar lokal Madura maupun pasar nasional. Kalau dulu, batik sampai kekurangan karena banyaknya pesanan. Sekarang justru sebaliknya, pemesannya tidak ada sama sekali.

Abdurrahman salah satu perajin batik lainnya mengatakan, pasar batik tingkat lokal Madura susah sehingga dirinya mengambil inisiatif untuk ikut pameran di beberapa daerah di luar Madura bahkan luar jawa.  Kalau tidak mengejar pasar ke luar susah kita hidup dari pasar lokal.

Source https://www.timesindonesia.co.id/ https://www.timesindonesia.co.id/read/157870/20171002/191623/perajin-batik-di-pamekasan-keluhkan-pemasaran/
Comments
Loading...