Perajin Batik Cianjur Keluhkan Stok Lilin dan Pewarna

0 191

Perajin Batik Cianjur Keluhkan Stok Lilin dan Pewarna

Para perajin Batik Cianjuran di Kabupaten Cianjur mengaku terkendala dengan minimnya bahan baku batik, mulai dari kain, lilin, hingga pewarna alami kain. Hal tersebut berdampak pada setiap pesanan yang diterima perajin batik harus selesai melebihi deadline pengerjaan.

Eliana Trisnawati merupakan salah satu perajin batik di Kecamatan Warungkondang mengatakan harus mendatangkan lilin dan pewarna alami langsung dari Kota Pekalongan untuk mendapatkan bahan baku batik. “Sulit buat stok, ya maksudnya kami baru bisa beli bahan baku kalau ada yang memesan. Tetapi, sekali beli kan perlu waktu lama dan tidak setiap beli, bahan bakunya tersedia di Pekalongan,” ujarnya di Warungkondang.

Menurut Eli, kain bisa dibeli di Bandung karena tidak sedikit pedagang kain untuk batik yang ada di daerah Cianjur. Eli mengeluarkan Rp 15 juta sekali belanja. Dengan uang sebesar itu, dia mendapat 1500 yard kain. “Nah kelemahan di Cianjur, pebatik semakin banyak tetapi tidak ada paguyuban yang memfasilitasi agar pebatik mudah mendapatkan bahan baku, khususnya pewarna alami dan lilin. Kalau belanja langsung ke Pekalongan, selain ongkos mahal, ya kendalanya menunggu stok di Pekalongan ada,” ujarnya.

Sekarang ini harga jual satu lembar Batik Cianjuran yang berukuran 2 meter x 115 centimeter dengan kualitas medium dijual dengan harga Rp. 80 ribu. Seperti diketahui, Batik Cianjuran adalah batik-batik dengan motif khas beras pandan wangi. Motif Beras tersebut disebut motif beasan dan selalu hadir dalam beragam Batik Cianjuran.

Source Perajin Batik Cianjur Keluhkan Stok Lilin dan Pewarna Batik
Comments
Loading...