Perajin Batik Bojonegoro Tidak Naikkan Harga

0 216

Perajin Batik Bojonegoro Tidak Naikkan Harga

Para perajin Batik Jonegoroan yang ada di wilayah Bojonegoro tidak menaikkan harga penjualan, baik kain maupun pakaian jadi, meskipun ada kenaikan harga bahan-bahan, yang dipicu naiknya nilai dolar Amerika Serikat. “Meskipun ada kenaikan harga bahan batik, untuk harga penjualan batik belum naik,  sebab standar harga batik Jonegoro ditentukan Asosiasi Batik Jonegoroan,” kata seorang perajin batik Jonegoroan di Kelurahan Kadipaten, Bojonegoro Nanik Lusetyarini.

Mengenai kenaikan harga bahan batik dibenarkan seorang perajin batik asal Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro Achmad Aris yang menyebutkan semenjak rupiah melemah, terjadi kenaikan bahan baku batik. Mulai dari kain, pewarna, lilin dan sejenisnya. Lilin yang digunakan untuk campuran canting (alat pembatik) yang biasanya Rp. 45.000 perkilogram kini naik menjadi Rp. 50.000 perkilogramnya. Begitu juga dengan pewarna khusus kuning, dari sebelumnya Rp. 200.000 perkilogramnya kini naik menjadi Rp. 250.000 perkilogramnya. Ada juga campuran perwana khusus biru dari sebelumnya Rp. 450.000 naik menjadi Rp. 500.000 perkilogramnya.

Kenaikan bahan baku batik ini, terjadi dua pekan terhitung bulan Agustus 2015. Terutama setelah harga rupiah di atas Rp. 13.500/dolar. Sehingga saat dolar sudah di atas Rp. 14.000, maka akan semakin menyulitkan perajin batik dalam produksi batik. Padahal selama dua-tiga tahun belakangan ini, Batik Bojonegoro, sedang naik daun. Misalnya, produksi rumahan bersama orang tuanya di Desa Prayungan, relatif stabil. Minimal bisa mencetak 20 batik setiap harinya dan jumlah itu bisa bertambah jika mendekati hari-hari besar, atau dapat pesanan. Selain itu, dari pekerja sebanyak dua orang kini sudah ada 5 orang.

Dengan lemahnya rupiah atas dolar, maka kemungkinan akan mengurangi produksinya atau seharusnya harga batik naik dari rata-rata Rp. 90.000 perpotong untuk batik cap, dan di atas Rp. 200.000 hingga Rp. 300.000 untuk batik tulis. Selama ini, para perajin batik di Bojonegoro yang jumlahnya mencapai 50 perajin terbantu oleh kehadiran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro. Produk yang dikenal dengan sebutan Batik Jonegoroan dikumpulkan dengan berbagai motif. Seperti Batik Motif Daun Jati, Salak, Kayangan Api hingga Sapi.

Batik Jonegoroan digunakan untuk cinderamata dimana pemasarannya selain pemilik batik sendiri, juga lewat stand di Dekranasda dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro.

Source https://www.kanalbojonegoro.com/ https://www.kanalbojonegoro.com/perajin-baik-bojonegoro-tidak-naikkan-harga/
Comments
Loading...