Perajin Batik Bojonegoro Kesulitan Bahan Baku

0 31

Perajin Batik Bojonegoro Kesulitan Bahan Baku

Sejumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak penurunan nilai tukar rupiah. Perajin batik yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur misalnya, dihadapkan pada kenaikan harga bahan baku untuk mewarnai batik.  Akibatnya, mereka harus memutar otak agar usaha kerajinan batik tetap bisa berjalan. Perajin batik di Bojonegoro tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Sumberejo, Temayang, Kalitidu, Bojonegoro, dan Purwosari. Sedikitnya ada 50 perajin batik tulis dan batik cetak. Mereka kebanyakan perajin batik khas jonegoroan. Menurut Ahmad Aris, salah satu perajin batik di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo, sejak rupiah melemah, bahan baku batik seperti kain, pewarna, lilin, naik dari 5% menjadi 25%.  ”Hampir semua bahan baku batik ini naik. Kami khawatir kondisi ini akan terus berlangsung apabila rupiah terus melemah,” ujarnya.

Bahan baku lilin untuk campuran canting (alat pembatik) yang biasanya Rp. 25.000/kg kini menjadi Rp. 50.000/kg. Begitu pula pewarna khusus kuning naik dari Rp. 200.000/kg menjadi Rp. 250.000/kg.  Selain itu, pewarna khusus biru juga naik dari sebelumnya Rp450.000/kg menjadi Rp500.000/kg. Kenaikan bahan baku batik ini telah terjadi selama dua pekan terhitung Agustus 2015. Terutama setelah nilai rupiah di atas Rp. 13.500 per dolar AS. Kini, ketika dolar sudah di atas Rp. 14.000, para perajin pun makin resah karena harga bahan baku akan terus melonjak.

Selama ini para perajin batik di Bojonegoro terbantu kehadiran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro. Produk yang dikenal dengan sebutan batik jonegoroan dikumpulkan dengan berbagai motif seperti batik motif daun waru, daun jati, kembang mangga, dan sejenisnya. Motif-motif batik jonegoroan muncul setelah digelar pameran batik yang digagas Bupati Bojonegoro Suyoto. Batik Jonegoroan digunakan untuk cenderamata di mana pemasarannya selain pemilik batik sendiri, juga lewat stan di Dekranasda dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro. Selain Batik Bojonegoro, industri pembuatan tas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pun menjerit karena kesulitan mendapat bahan baku yang mayoritas impor.

Source https://nasional.sindonews.com/ https://nasional.sindonews.com/read/1040137/149/perajin-batik-dan-tas-kesulitan-bahan-baku-1441247889
Comments
Loading...