Penyandang Disabilitas Lestarikan Kesenian Batik

0 14

Penyandang Disabilitas Lestarikan Kesenian Batik

Beberapa tahun belakangan, batik kembali populer. Berbagai lembaga, perusahaan, kantor pemerintah sampai sekolah pun berlomba-lomba mengenakan batik, khususnya setiap hari Jumat. Namun, melestarikan budaya batik sejatinya bukan sekadar menggunakannya untuk keperluan sehari-hari.

Lebih dalam dari itu, seni membatik sendiri harus tetap hidup di masyarakat. Penggunaan batik memang meningkat, tapi harus diakui jika Indonesia darurat perajin batik. Kondisi inilah yang mendorong Budi Dwi Hariyanto mendirikan Rumah Batik di daerah Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan pada 2011 lalu.

Di Rumah Batik tersebut, pengunjung bisa belajar membatik. Bahkan ada kelas membatik gratis, khusus bagi penduduk di sekitar Palbatu dan para penyandang disabilitas. Sedekah Batik, kelas membatik gratis bagi para penyandang disabilitas merupakan salah satu program Rumah Batik Palbatu.

Para peserta disabilitas tersebut belajar pengetahuan seputar batik, menyanting, membuat pola, menciptakan motif, sampai mewarnai kain. Para penyandang disabilitas tersebut harus mengikuti sekitar 10 kelas agar bisa mendapatkan sertifikat.

Sertifikat ini bisa dipakai jika mereka jika ingin mengajar batik. Sertifikat tersebut juga menjadi bukti bahwa mereka terpercaya dalam membatik. Para penyandang disabilitas sangat antusias belajar membatik sejak pagi hingga sore hari. Hari pun mengakui, sejak membuka kelas batik gratis bagi para penyandang disabilitas, ia memiliki semangat baru untuk terus melestarikan batik.

Kaum disabilitas ternyata lebih peduli pada kesenian batik dibanding orang normal. Semangat merekalah yang selalu jadi semangat Hari mempertahankan Rumah Batik. Tak hanya bisa belajar membatik, para penyandang disabilitas juga bisa menjual hasil karyanya di Rumah Batik. Hari mengatakan, pihak Rumah Batik juga membantu memasarkan hasil karya mereka.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ https://peluangusaha.kontan.co.id/news/ajak-penyandang-disabilitas-lestarikan-kesenian-batik
Comments
Loading...