Penjualan Batik Jonegoroan Tidak Stabil

0 188

Penjualan Batik Jonegoroan Tidak Stabil

Penjualan terhadap batik khas Bojonegoro atau sering disebut dengan Batik Jonegoroan, tidak stabil. Seperti di salah satu toko yang ada di Kota Bojonegoro, masih belum menentu. Bahkan selama satu hari penuh terkadang tidak ada pembeli sama sekali. “Penjualan tidak pasti. Kadang sehari laku satu kain, kadang bisa dua kain. Pokonya tidak tidak menentu,” beber seorang penjaga toko, Heni Yuni Ningsih.

Menurut Heni, dalam waktu satu Minggu, dirinya bisa menjual 2 hingga 10 kain batik. Ia menjelaskan, pembeli biasanya lebih suka jenis kain bahan atau belum jadi baju.”Kalau baju yang sudah jadi jarang pembeli,” kata Heni. Untuk harga kain batik dibandrol dengan harga mulai dari Rp. 65 ribu hingga Rp. 180 ribu per potongnya, dengan ukuran sekitar panjang 2 meter kali 1,5 meter.

Sedangkan, untuk kain batik yang sudah menjadi baju baik lengan panjang atau pendek dibandrol dengan harga Rp. 150 ribu hingga Rp. 180 ribu. Hal itu juga berlaku baju untuk pria mau pun wanita. “Namun, juga ada batik yang harganya Rp. 600 ribu,” jelas Heni saat menunjukan jenis-jenis batik khas Bojonegoro. Berbeda dengan penjualan Batik Jonegoroan di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Tinuk, mengaku batik yang dijualnya berkisar antara Rp. 105 ribu per biji, hingga Rp. 195 ribu. “Untuk penjualan batik ya lumayan laku,” kata Tinuk.

Source https://kumparan.com/ https://kumparan.com/blokbojonegoro/penjualan-batik-jonegoroan-tidak-stabil
Comments
Loading...