infobatik.id

Pengusaha Batik Cianjur Ingin Membentuk Paguyuban

0 14

Pengusaha Batik Cianjur Ingin Membentuk Paguyuban

Para pelaku batik di Kabupaten Cianjur mengalami kendala dengan minimnya bahan baku batik sehingga membuat produksinya mengalami penurunan. Bahan baku yang dimaksud mulai dari kain, lilin, hingga pewarna alami kain. Salah seroang pelaku batik di Kecamatan Warungkondang, Cianjut, Eliana Trisnawati mengatakan akibat sulitnya bahan baku lilin dirinya terpaksa harus mendatangkannya dari Pekalongan, Jawa Tengah. Itupun tidak selalu bahan yang dipesan ada dan bisa langsung dikirim. Sedangkan untuk bahan kain, dirinya selalu membeli dari Bandung dengan harga Rp 15 juta untuk 1.500 yard kain. “Saat ini kami mengalami kendala dalam bahan baku karena itu ketika ada pesanan terkadang waktu penyelesaiannya molor karena harus menunggu bahan baku datang,” ucapnya.

Kendala lain masih terbatasnya pebatik di Cianjur dan belum terbentuknya asosiasi atau paguyuban batik. Padahal dengan adanya asosiasi atau paguyuban itu minimal di antara para pebatik bisa saling membantu untuk mendapatkan bahan baku. Atau ketika pesan bahan baku beramai-ramai di antara pebatik dalam jumlah banyak harganya pasti akan lebih murah. Semoga saja kedepan bisa berdiri asosiasi batik di Cianjur ini agar di antara sesame pengrajin batik bisa saling bertukar informasi terkait kendala-kendala yang dihadapi.

Untuk harga satu lembar kain batik Cianjuran berukuran 2 meter x 115 sentimeter dengan kualitas medium, dia menyebutkan dijual dengan nominal Rp 80 ribu. Kebanyakan batik dari Cianjur adalah batik-batik dengan motif khas beras pandan wangi atau disebut Motif Beasan.

Source https://juaranews.com/ https://juaranews.com/berita/14876/26/05/2016/pengusaha-batik-cianjur-ingin-membentuk-paguyuban
Comments
Loading...