Pengusaha Batik, Cewek Cantik Belia Beromzet 3,5M

0 155

Pengusaha Batik, Cewek Cantik Belia Beromzet 3,5M

Dea valencia budiarto batik kultur Cewek Cantik  Belia 19th omzet 3,5M,Dea Valencia dalam usia belia  sdh menunjukkan tangan dinginnya dengan Batik Kultur, cewek cantik  yang baru lulus dari Universitas ( Fresh Graduate ) memiliki pendapatan ber Omzet 3,5M pertahun. Dalam Usia yang relatif muda 19th menjadikan kain batik ditangannya menjadi pundi pundi rupiah. Semua itu berkat tangan dininnya dan berkat ketekunanan mengeluti bisnis butik fesyen batik miliknya.

Dea valencia budiarto batik kultur Sejak 3 tahun lalu di usia 16 tahun kekreatifannya sudah mulai kelihatan. Hal ini dimulai sejak ketidaksanggupannya membeli batik yang ia inginkan, justru menjadi awal pintu rejekinya terbuka dan menjadikan dia sukses luar biasa. Dea mengeledah batik batik lawas milik kedua orang tuanya, kemudian menggunting gunting sesuka hati dan kemudian membordirnya. Ia ciptakan batik lawas yang teronggok tadi menjadi fashion yang cantik dan Indah dan layak jual dan hebatnya di minati pasar.

Dea valencia budiarto batik kultur memanfaatkan pakaian batik lawas yang tersimpan lama di lemari yang sudah sebagian rusak di makan ngengat atau bolong karena kena banjir yang sudah tidak bisa dipakai lagi Ia guntingin bunga bunganya dan di padu padankan lagi dengan bahan lain kemudian ia bordir .

Awalnya Dea valencia budiarto batik kultur hanya membuat tidak lebih dari 20 potong baju saja setiap bulannya. Namun karena peminat pasar semakin bertambah 800 potong batik kultur masih kurang kurang memenuhi pasar karena peminatnya membludak. harga kisaran 250.000- 1,2jt menghasilkan omzet 300juta perbulan atau 3,5M pertahun. Dea valencia budiarto batik kultur mengaku sebenarnya dia tidak pandai menggambar, tetapi dengan Imajinasi design yang ada diotak ditrnsferkan ke seorang yang pandai menggambar dan mendesign  dan walhasil menjadi karya batik Kultur yang Indah dan menawan orang yang melihatnya.

Demi Menjamin Kepuasan Konsumen Ilmu marketing yang diterapkan dea cukup Unik,sederhana, dan menarik. Ia tak mau menjual batik Kulturnya Jika dia sendiri tidak menyukainya. Tak cuma Batik kultur, dia menggembangkan kreasinya merambah ke tenun ikat. khusus yang satu ini, dea harus membelinya di jepara. tepatnya di desa troso yang merupakan sentra tenun ikat.

Jika dulu hanya membeli beberapa meter kain, kini setiap kulakan dea membeli tak kurang dari 400 meter tenun ikat. sebagai alumni program studi sistem informasi universitas multimedia Nusantara, dea paham betul kekuatan bisnis online internet untuk mendongkrak  pemasarannya. batik Kultur 95% memanfaatkan jaringan Internet dalam urusan pemasarannya. Dea menjadikan Facebook dan Instagram sebagai katalog dan media komunikasi dengan konsumennya. Dari sana, referensi untuk Batik Kultur menyebar dari mulut ke mulut. Integrasi dunia maya dan dunia nyata menyukseskan bisnis Dea.

Namun sama seperti bisnis sukses lain, Batik Kultur menapak bukan tanpa hambatan. Dea pernah dibuat depresi selama seminggu dan menjadi tak produkti karena masalah hak paten. Melihat segala pencapaian Dea, sulit mempercayai Batik Kultur ada di tangan seorang perempuan muda usia 19 tahun yang sudah memegang gelar sarjana komputer. Meski masih muda dan memiliki pendapatan miliaran rupiah, Dea tak melupakan lingkungan sekitar. Menarik jika mendengar pengakuan Dea tentang beberapa karyawannya.

Source http://kim-kamboja.blogspot.com/ http://kim-kamboja.blogspot.com/2014/11/pengusaha-batik-cewek-cantik-belia.html
Comments
Loading...