Pengrajin Batik Tuntut Gerakan Mengenakan Batik Sleman

0 164

Pengrajin Batik Tuntut Gerakan Mengenakan Batik Sleman

Asosiasi pengrajin batik tulis yang ada di Kabupaten Sleman mendesak dukungan rill dari pemerintah untuk perluasan pemasaran produk. Sleman perlu melakukan gerakan mengenakan batik khas Sleman sebagai upaya memperluas pemasaran Batik Sleman. Ketua Paguyuban Pengrajin Batik Sleman Tanti Syarif mengatakan dukungan Pemkab bagi para pengrajin batik perlu dilakukan secara riil. Sampai saat ini dia melihat tidak semua aparat sipil pemerintahan yang mengenakan atau memiliki batik khas Sleman.

Bahkan, tidak sedikit dari kalangan pegawai negeri sipil itu yang masih menggunakan batik printing. “Kami mendesak agar dilakukan gerakan membatik yang beretika ditegakkan di Sleman,” katanya. Dukungan rill dari Pemkab dapat dilihat jika masing-masing pimpinan SKPD mengenakan batik cap atau tulis produksi perajin Sleman. Jika para pimpinan sudah memberikan contoh, katanya, maka diharapkan seluruh bawahannya akan melakukan hal serupa. Gerakan membatik ini bisa dilakukan mulai dari para pemangku kebijakan di SKPD. Jangan melanggar peraturan bupati yang sudah dibuat.

Sampai saat ini, para perajin masih kesulitan untuk memperluas pasar. Jika seluruh PNS mengenakan batik khas Sleman, hal itu dinilai membantu para perajin tidak hanya secara ekonomi tetapi juga untuk melestarikan produk batik cap atau tulis. Di pasaran saat ini masih dibanjiri produk batik printing yang digemari masyarakat. Ketua Kelompok Pengrajin Batik Sekar Jatimas Lina Marlina menjelaskan, pihaknya ingin mengembangkan batik tulis dan cap Sekar Jatimas. Jika memungkinan, lokasi tersebut dapat menjadi sentra produksi batik di Balecatur.

Dibanding 2015 ada kenaikan produksi batik Sekar Jatimas. Kenaikan produksinya bahkan mencapai 50% di 2016 ini. Rata-rata per bulan, kelompok mampu memproduksi 300 kain batik tulis. Harganya bervariasi antara Rp. 100.000 untuk batik cap dan Rp. 700.000 untuk batik tulis. Ada juga produk kombinasi batik cap dan tulis. Sampai saat ini, dari 32 anggota kelompok hanya 22 orang yang aktif. Selama ini selain pameran, kelompok perajin Sekar Jatimas mengandalkan penjualan online atau pertemanan. “ntuk meningkatkan jaringan pemasaran, para perajin harus memperluas jaringan.

Source http://www.harianjogja.com/jogjapolitan http://www.harianjogja.com/baca/2017/01/01/umkm-sleman-pengrajin-batik-tuntut-gerakan-mengenakan-batik-sleman-780919
Comments
Loading...