Pengrajin Batik Sukoharjo Ini Manfaatkan Kulit Manggis

0 155

Pengrajin Batik Sukoharjo Ini Manfaatkan Kulit Manggis

Pengrajin batik tulis dan cap yang ada di Kabupaten Sukoharjo patut untuk dicontoh. Di tengah maraknya penggunaan bahan kimia sebagai pewarnaan batik, justru pengrajin Rumah Batik Adi Busana di Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah menggunakan kulit manggis sebagai pewarna alami. Menurut Pemilik Rumah Batik Adi Busana, Harsono, kain batik yang diproduksinya itu 80% menggunakan pewarnaan alami dari kulit manggis dan kayu-kayuan. Penggunaan warna alami ini dilakukan karena selain ramah lingkungan, limbah yang dihasilkannya ini mudah terurai sehingga tidak menimbulkan polusi. “Warna batik yang dihasilkan juga tidak kalah bagus dengan yang menggunakan pewarna dari bahan kimia. Dan warna batiknya juga tetap awet,” jelas Harsono.

Harsono memulai usahanya itu pada tahun 1978 meneruskan orangtua. Awalnya hanya memproduksi kain jarik dan lendang. Seiring dengan perkembangan kini merambah ke busana. Dalam menjalankan usahanya, Harsono melibatkan 25 orang karyawan mulai dari produksi, pengemasan hingga pemasaran.

Lelaki yang juga sebagai Ketua Klaster Batik Sidomukti Sukoharjo ini mengungkapkan, sejauh ini proses produksinya tidak mengalami kendala, baik dari segi permodalan, bahan baku maupun tenaga kerja. Dalam sehari produksi batik tulis dan cap yang dihasilkan mencapai 200-300 potong. Satu potong batik cap dijual dengan harga Rp. 150.000 sampai Rp. 200.000, sedang batik tulis dijual dengan harga mulai Rp. 250.000 sampai tak terbatas.

Source http://www.jitunews.com/ http://www.jitunews.com/read/23089/pengrajin-batik-sukoharjo-ini-manfaatkan-kulit-manggis-untuk-pewarna-alami
Comments
Loading...