Pengrajin Batik Harus Ikuti Kemauan Pasar

0 7

Pengrajin Batik Harus Ikuti Kemauan Pasar

Ketua Bidang Manajemen Dekranas Bintang Puspayoga meminta kepada para penenun dan pengrajin batik di Margorejo Kerek Tuban untuilk lebih fleksibel dalam berkarya. Sebab saat ini permintaan tenun dan batik gedok semakin tinggi.

“Hasil tenun dan batik gedok harus mengikuti permintaan pasar. Pengrajin jangan hanya memproduksi batik dan tenun sesuka sendiri,” kata Bintang disela sosialisasi kewirausahaan, di Margorejo Kerek Tuban, Senin (26/11).

Bintang berharap, kedepannya Kerek tidak hanya menjadi sentra tenun dan batik, tapi juga dipadukan dengan wisata yang saat ini mulai dikembangkan oleh pemerintah setempat dan BUMN. Dengan demikian masyarakat nantinya akan semakin sejahtera, seiring dengan perkembangan tempat wisatal yang dipadukan dengan budaya.

“Kegiatan di Tuban ini harus dikembangkan, karena dari hlu hingga hilirnya sangat jelas. Hasil tenun dann batik gedok harus bisa mengikuti permintaan pasar. Dengan bunga KUR yang rendah, jangan sampai ada kredit macet.”

Berkaitan dengan kegiatan sosialisasi kewirausahaan, kebijakan pemerintah tidak semata mata meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi juga dengan kesejahteraan masyarakat. Melalui pelatihan ini akan menghasilkan wirausahawan yang tangguh.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein. Menurutnya, sentra pengrajin batik gedok bisa digabungkan menjadi destinasi wisata. “Wsata seni dan budaya kita bangun bersama sama. Dengan demikian pemberdayaan masyarakat yang bergerak di bidang  UMKM bisa terangkat,” katanya.

Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Ruly Indriyanto menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Kemenkop, Dekranas dan Pemda Tuban. Tujuannya untuk memberdayakan pelaku UMKM Tuban agar masyarakat sejahtera. “Kita ingin melakukan pemeratan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu perlu ada pemberdayaan koperasi dan UMKM,” ujarnya.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan hal itu. Salah satunya, kata Ruly, harus ada akses pendanaan untuk mengembangkan usaha. “Dengan bunga KUR yang saat ini 7 persen, artinya ini sudah memperluas masyarakat untuk mendapatkan kredit murah. Pajak UMKM juga sudah diturunkan dari satu persen menjadi 1/2 persen,” paparnya.

Source http://www.krjogja.com http://www.krjogja.com/web/news/read/84218/Pengrajin_Batik_Harus_Ikuti_Kemauan_Pasar
Comments
Loading...