Pengrajin Batik di Sumenep Terus Berkurang

0 137

Pengrajin Batik di Sumenep Terus Berkurang

Berdasarkan data penelitian yang dilakukan Rektor Universitas Wiraraja Alwiyah, jumlah pengrajin batik yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus mengalami penuruan dari tahun ke tahun. Penelitian itu dilakukan dalam rentang waktu tahun 2014-2016. “Pengrajin batik di Sumenep, berdasarkan data yang dapat di lapangan, semakin tahun semakin berkurang. Sudah sangat jarang pemuda yang mau menjadi pengrajin batik,” katanya.

Salah satu faktor penyebab berkurangnya perajin batik di wialyah ini adalah membuat batik membutuhkan ketelatenan, rajin, sabar, dan butuh waktu lama. Sementara untuk memasarkannya dengan harga mahal bahkan bisa go internasional tidak mudah. Butuh kerja sama dan dukungan dari banyak pihak, termasuk pemerintah.

Tidak hanya itu saja para pengrajin batik di Sumenep dan para pengusahanya juga minim. Berdasarkan data di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, jumlah pengusaha batik di Sumenep sebanyak 15 orang. Tapi di lapangan ternyata hanya ada empat. Karisma, Melati, Barokah, dan Cantheng Koneng.

Karena itu ke depan tidak hanya pengrajinnya yang digalakkan. Akan tetapi, akses pemasarannya juga harus dipikirkan bersama. Agar Batik Sumenep dikenal masyarakat internasional. Saat ini Batik Sumenep belum dikenal masyarakat internasional. Yang dikenal justru Batik Madura. Secara usia, batik asal kabupaten paling timur Pulau Madura ini, khususnya Batik Pakandangan, Kecamatan Bluto, usianya lebih tua dari pada Batik Madura. Batik Sumenep jauh lebih tua dari batik Madura, yaitu mulai dibuat pada tahun 1269.

Source Pengrajin Batik di Sumenep Terus Berkurang Batik
Comments
Loading...