Pengaruh Unsur Ukel pada Motif Batik Tulis Klasik Tradisional dan Filosofinya

0 13

Pengaruh Unsur Ukel pada Motif Batik Tulis Klasik Tradisional dan Filosofinya

Seperti busana kimono yang dimiliki oleh negara sahabat kita Jepang, batik sudah menjadi sebuah busana kebudayaan Indonesia. Dan bagaimanapun harus ada yang mempertahankan dan melestarikannya agar tetap lestari sepanjang zaman. Kita akan membahas lebih dalam mengenai pengaruh unsur ukel pada motif batik tulis dan apa maknanya. Seperti apa ya, langsung saja kita eksekusi.

Unsur motif batik memang begitu beragam sesuai dengan tema atau pakem yang sudah ada sejak dahulu. Pakem tersebut memebrikan unsur utama yang sesuai dengan filosofi yang akan ditanamkan pada motif batik. Dan terkadang filosofi tersebut adalah sebuah cerita kehidupan yang memiliki banyak sekali makna di dalamnya.

Bagi masyarakat batik pedalaman, batik tulis sudah menjadi sebuah busana yang benar-benar menyatu dengan kehidupan mereka sehari-hari, dan bahkan sampai sekarang masih ada yang mempertahankannya.

Di balik berbagai motif yang ada, ada berbagai pakem dan unsur yang menjadi karakter utama batik tulis. Motif-motif yang disusun dari motif utama dan motif sekunder mampu bersinergi menghasilkan hasil karya batik yang begitu mempesona.

Selain unsur motif utama pada batik tulis, ada unsur cecek dan ukel yang seringkali menghiasi latar batik tulis untuk memperkuat dan mempertegas motif utama. Meskipun tidak semua pakem motif memakai unsur ukel dan cecek namun, beberapa pakem batik menggunakannya untuk menilai kualitas dan kerapian batik tulis tersebut.

Ukel adalah unsur motif batik yang digambarkan dengan motif lekuk atau garis melengkung dan cenderung menuju setengah lingkaran. Ukel klasik memiliki lengkungan yang begitu sulit dan bahkan beberapa dari motif ukel memiliki lengkungan yang geometris dan berulang-ulang.

Kesulitan ini semakin bertambah ketika ukel harus mampu bersimfoni dengan unsur motif utama, misalnya bunga kantil, gurdo, dan meru. Karena pada dasarnya unsur ukel menjadi latar dari motif utama yang akan dilukiskan.

Ukel tersebut biasanya akan memiliki kombinasi dengan cecek yang sangat kecil sekali, menggunakan canting dengan cucuk yang kecil. Karena itu butuh kesabaran dan ketelitian yang lebih tinggi daripada membuat motif-motif non geometris.

Pakem geometris tersebut semakin menambahkan nilai kesulitan dan kerumitan yang berpengaruh pada kekuatan motif batik tersebut. Pakem geometris ukel yang berulang semakin menambah kesulitan tersendiri, oleh karena itu motif ukel semakin jarang kita temukan, apalagi dengan motif geometris.

Ukel sebagai motif yang menjadi pendukung motif utama juga memiliki filosofi tersendiri. diantaranya adalah bahwa ukel melambangkan kesahajaan dan kesederhanaan meskipun pada aslinya motif ini sangat sulit untuk dibuat. Karena setiap lengkungan motif tersebut akan terlihat sama, rapi, dan geometris.

Filosofi lain menyebutkan bahwa ada nilai keanggunan tersendiri yang dapat kita lihat dari batik dengan latar maupun motif ukel sepenuhnya. Ada image perempuan yang anggun dengan kecantikannya, dan motif ukel itu seperti semakin menegaskan bagaimana ayunya perempuan Jawa dengan batik.

Source http://indonesianbatik.id http://indonesianbatik.id/2018/10/17/pengaruh-unsur-ukel-pada-motif-batik-tulis-klasik-tradisional-dan-filosofinya/
Comments
Loading...