Pengaruh Keraton Terhadap Batik Garut

0 163

Pengaruh Keraton Surakarta dan Yogyakarta Terhadap Batik Garut

Ragam hias yang terdapat dalam Batik Garutan lebih kaya dibandingkan dengan batik yang berasal dari Tasikmalaya dan Ciamis. Dengan demikian Batik Garutan lebih terkenal dibandingkan dua batik dari daerah tetangganya itu.

Sebagian besar Batik Garutan memperlihatkan pengaruh dari Keraton Surakarta dan Yogyakarta, selain juga Keraton Cirebon. Pada perkembangannya, pengaruh Motif Batik Keturunan Tionghoa dan keturunan Belanda juga masuk ke Batik Garutan sekalipun tidak terlalu dominan.

Pengaruh Batik Keraton terlihat pada warna kuning gading yang memberikan kesan lembut, disebut dengan istilah “gumading”, yang berarti seperti kuning gading. Pada uraian sebelumnya penulis menyebutnya pada warna batik Keraton sebagai warna krem.

Perpaduan antara keindahan Batik Keraton yang anggun dengan selera ragam hias masyarakat setempat membuahkan Batik Garutan yang indah. Ragam hias “mlinjo” dalam Motif Parang misalnya, diberi warna merah atau biru muda pada colorway yang berbeda, sehingga memberikan pilihan yang unik. Unsur mlinjon pada polagaris miring yang menyerupai motif Parang Sobrah Gagrak Yogyakarta bahkan dihilangkan dan diganti dengan bunga kecil-kecil berbentuk bulat. Di samping itu ada beberapa ornament pada motif Parang dan Lereng yang dihias dengan untaian daun bunga dan disusun sejajar dengan jarak tertentu.

Sebagian pembuatan Batik Garut masih memiliki ikatan kekerabatan dengan pembatik Pekalongan. Mereka inilah yang memperkenalkan corak pesisiran ala Pekalongan yang kaya warna. Namun demikian, pembantik Garut tidak mengembangkan teknik colet seperti yang lazin dilakukan pembatik Pekalongan.

Source Pengaruh Keraton Terhadap Batik Garut Batik
Comments
Loading...