Pengaruh Motif Batik dalam Pernikahan

0 88

Pengaruh Motif Batik dalam Pernikahan

Tradisi masyarakat Jawa dikenal dengan aturan adat yang mengikat, terlebih halnya untuk urusan pernikahan, beberapa aturan sakral di dalamnya bahkan masih diikuti hingga kini. Demikian juga pengaruh pada batik, erat kaitannya dengan jalannya upacara pernikahan, bahkan menjadi gambaran berbagai pengharapan yang terus mengikuti sebelum memasuki pernikahan, sampai sesudah pernikahan digelar. Hal itu ditandai dari filosofi motif batik pilihan, yang khusus digunakan dalam upacara pernikahan. Menganut kepercayaan masyarakat Jawa kuno, motif batik berunsur Sido dengan maknanya sesuatu bersifat terus menerus atau tiada putus, merupakan motif Batik pilihan yang menjadi simbol pengharapan lancarnya pernikahan dan sesudahnya (rumah tangga).

Seperti pada Batik Motif Sido Mulyo, ialah lambang adanya harapan keluarga yang dibina mendapat kemuliaan. Sido Luhur, berisi harapan bagi mempelai menjadi orang yang berbudi luhur, senantiasa berdoa dan bersyukur kepada Tuhan. Sido Asih, gambaram dibangunnya rumah tangga yang berlimpah kasih sayang. Sido Mukti, harapan akan masa depan yang baik, penuh kebahagiaanserta Sido Wirasat, simbol terjadinya kerukunan bagi kedua mempelai dan keluarga besarnya. Namun selain motif berunsur Sido, Motif  Cakar Seling, Truntum Ceplok, Wahyu Tumurun juga simbol bagi kedua pengantin mendapatkan anugerah dari yang Maha Kuasa berupa kehidupan yang bahagia, sejahtera serta diberi petunjukNya.

Luas pengaruh motif batik untuk upacara pernikahan, bahkan tidak saja bagi pengantin, melainkan keluarga kedua belah pihak pasangan pengantin juga terikat pada pemakaian motif Batik tertentu, diantaranya Sido Drajat, Truntum, dan Sido Wirasat. Pemakaian motif  Batik Sido Drajat berarti kedudukan berdasarkan strata sosial, dikenakan orangtua pengantin sebagai simbol  agar pengantin memiliki derajat atau kedudukan yang baik untuk anaknya. Motif Sido Wirasat, melambangkan orang tua senantiasa menasehati dan menuntun kedua mempelai dalam memasuki kehidupan berumah tangga.

Sedangkan Motif Batik Truntum, bermakna menuntun, simbol tuntunan atau bekal bagi kedua mempelai dalam menyongsong kehidupan baru. Namun Batik motif Sido Mukti dijadikan pilihan untuk upacara pernikahan hanya berlaku di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara di Garut Jawa Barat, motif Batik Sido Mukti tidak memberi simbol sakral yang memiliki ikatan dengan adat istiadat yang mengatur pernikahan, hingga penggunaan motif Batik satu ini pun  lebih fleksibel. Selain motif Batik di atas, yang menjadi bagian sakral dari adat pernikahan masyarakat Yogyakarta dan Solo khususnya, daerah lainnya yang memiliki keterikatan dengan motif Batik untuk uacara pernikahan, ialah Cirebon.

Batik Sawat Pengantin yang merupakan Batik khas Trusmi Cirebon, dimaknai sebagai simbol pemberi perlindungan dalam kehidupan pemakainya. Dahulu motif Batik ini dipakai oleh keluarga keraton Cirebon, namun seiring zaman motif tersebut dijadikan pilihan busana pengatin khas Cirebon. Pemilihan motif ini pun tak luput dari filosofinya yakni kata sawat yang berarti sayap, juga dimaknai sebagai syahwat (kelamin). Maka arti secara keseluruhan dari motif Batik Sawat Pengantin menggambarkan hubungan dan interaksi manusia dengan alam semesta serta Penciptanya, yang dapat memberi kebahagiaan lahir batin, dunia dan akhirat.

Source http://glo-batik.blogspot.co.id/ http://glo-batik.blogspot.co.id/2016/08/batik-nusantara_6.html
Comments
Loading...