Pengaruh Keraton Pada Batik Tasikmalaya Dan Ciamis

0 288

Pengaruh Keraton Pada Batik Tasikmalaya Dan Ciamis

Raham hias Lereng dan Kawung adalah salah satu pengaruh yang jelas terlihat dari Batik Keraton Solo dan Yogya pada karya-karya batik di Tasikmalaya dan Ciamis. Pemilihan warna-warna krem, coklat dan hitam juga memperkuat ciri batik keraton. Belakangan tidak terhindarkan pengaruh batik pesisiran yang lebih bebas dan beraneka warna, ikut memberikan ciri Batik Tasik dan Ciamis.

Pembatik di daerah Tasikmalaya dan dan Ciamis juga banyak mengadaptasi nama motif motif. Kata “Lereng” diadaptasi jadi “Rereng” sebagaimana dialeg daerah ini. Contohnya pada Rereng Cerutu, Rereng Jenggot, dsb. Motif Motif Sekar Jagad diubah menjadi Sapu Jagad, istilah untuk babarab “bangbirion” mereka sebut “babarab”, yaitu batik dengan proses pewarnaan merah dan biru.

Pengembangan Motif Kawung menjadikan motif baru seperti Kawung Kamuli. Jika diamati motif batik disini jarang menggunakan isen-isen yang rumit sebagaimana pada batik daerah Vorstenlanden. Tasikmalaya dan Ciamis merupakan daerah yang sangat subur, sangat cocok untuk pertanian padi sehingga kehidupan utama masyarakat di sini bersifat agresif. Pengaruh batik keraton ke daerah ini disebabkan kedekatannya dengan daerah Purwokerto dan Banyumas yang juga menggemari batik keraton. Ciri masyarakat di daerah pertanian adalah statis. Mereka menganggap bahwa batik yang asli adalah batik yang di-wedel dengan warna biru tua dan disoga dengan warna cokelat. Untuk beberapa generasi pendapat seperti ini masih tetap berlaku. Di daerah Jawa bagian barat, selain Tasikmalaya, Ciamis, Garut dan Indramayu daerah pembatikan yang menganut pengaruh Batik Keraton adalah Purwokerto, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Bantul, Klaten, Bonyolali dan Wonogiri.

Hingga kini terdapat tiga jenis Batik Tasikmalaya yang dikenal orang, yaitu Batik Sakaputra, Batik Sawoan dan Batik Tasik. Batik Sakaputra memiliki ciri mirip dengan Batik Madura, yaitu berwarna-warni kontras seperti warna merah, hitam dan cokelat. Motifnya kental dengan nuansa Parahyangan seperti bunga anggrek dan burung. Selain itu, ada juga Motif Merak ngibing, Cala-culu, Pisang Bali, Sapujagat dan Awi Ngarambat. Sedangkan Batik Tasik memiliki kekhususan tersendiri yaitu bermotif alam, flora dan fauna. Batik Tasik memiliki kemiripan dengan Batik Garut, hanya berbeda pada warna. Batik Tasik lebih terang (kuat) warnanya, sementara batik Garut lebih kalem.

Source Pengaruh Keraton Pada Batik Tasikmalaya Dan Ciamis Batik
Comments
Loading...