Pengaruh Keraton Mataram Pada Batik Indramayu

0 122

Pengaruh Keraton Mataram Pada Batik Indramayu

Budaya membuat batik yang ada di Indramayu diperoleh dari pedagang Tionghoa yang menjual pewarna alam dari daun nila atau tom dari Lasem. Dengan dipakainya pewarnanya dari Lasem ini maka hasil kerajinan Batik Indramayu mempunyai kesamaan dengan batik yang dibuat di daerah Lasem. Kesamaan ini meliputi motif-motif dan cara pembuatannya.

Menurut pendapat H. Santoso Doellah mengatakan selain ciri motif pada isen-isen latarnya menggunakan teknik cocohan, proses pewarnaannya juga sama dengan Batik Lasem, yakni menggunakan Nila, sehingga batiknya memiliki beberapa ciri khas, yaitu batik kelengan, batik yang hanya memiliki satu warna saja, yaitu biru. Istilah yang digunakan di Indramayu adalah batik “babar pisan” yang berarti proses melorod malam dan pencelupannya hanya satu kali. Tidak ada proses ilang sogan.

Ketika kekuasaan Keraton Mataram  meluas sampai daerah Indramayu, didatangkanlah para petani pemukim untuk mengolah tanah di daerah Indramayu. Para petani asal Mataram itu membawa serta ilmu membatik, di mana kebetulan di kawasan Indramayu juga sedang berkembang kerajinan membatik. Dari sini terjadi interaksi dalam membuat pola-pola batik yang sudah masuk ke Keraton Mataram, sehingga pengaruh motif-motif Keraton ini muncul pada Batik Indramayu, diantaranya ragaam hias pada batik Indramayu, diantaranya ragam hias sawat, lereng dan jenis parang, lung-lungan maupun liris dan ceplok. Pengrajin batik asal Indramayu juga membuat Motif Banji, Kawung, dan beberapa motif yang banyak digunakan di seputar Keraton Solo dan Yogya seperti Obar Abir, Kembang Kapas dan Sawat Gunting. Desa yang digunakan untuk membuat Batik Indramayu yang dikenal adalah Paoman. Pembatik disini rata-rata adalah pengusaha kecil dan usahanya dikelola secara perorangan. 

Source Pengaruh Keraton Mataram Pada Batik Indramayu Batik
Comments
Loading...