Pengaruh Cina dalam Motif Batik Kudus Klasik

0 225

Pengaruh Cina dalam Motif Batik Kudus Klasik

Sejumlah literatur menyebutkan bahwa batik Kudus mulai dikenal pada abad ke-17 dan menjadi bagian identitas masyarakat Kudus pada rentan waktu tahun 1880 hingga 1940.  Ada sejarah yang menyebutkan bila pengaruh budaya dari para pedagang Cina kaya di zaman dulu yang mendatangkan para pembatik dari pekalongan menciptakan batik beranakan dengan ciri khas Batik Kudus. Salah satu motif Batik Kudus yang mencerminkan pencampuran budaya dengan Tionghoa adalah motif Sampek Eng Tay Lung Kembang Dasar Ukel, di mana Sampek Eng Tay merupakan salah satu legenda yang berasal dari negeri tirai bambu.

Batik Kudus semakin berkembang hingga tahun 1970. Akan tetapi pada era 80-an, batik Kudus mengalami kemunduran karena semakin sedikit perajin yang berproduksi lagi. Penyebabnya adalah adanya perkembangan batik printing. Karena itulah perajin Batik Kudus banyak yang gulung tikar dan akhirnya memilih bekerja di bidang industri.

Batik Kudus Klasik didominasi warna alami, seperti coklat, merah tua, biru tua maupun hitam. Biasanya juga memiliki motif dengan corak tombak, kawung atau parang serta rangkaian bunga, imbuhan pinggiran lebar, taburan kembang, kupu-kupu dan burung dengan warna-warna cerah seperti umumnya batik pesisir. Selain itu ada pula motif Batik Kudus yang dibuat khusus untuk acara akad nikah, dengan menghadirkan busana kelik atau burung merak.

Ada beberapa motif batik Kudus, antara lain motif Sampek Eng Tay Lung Kembang Dasar Ukel, motif Dlorong Buket/ Susimoyo Dasar Semarangan/ Ukel Satrio, motif Buket Pasung Kepala Dlorong, motif Buketan Dasar Wajitan & Kembang Pane Nitik, motif kapal kandas, dan lain-lain.

Source Pengaruh Cina dalam Motif Batik Kudus Klasik Batik Kudus
Comments
Loading...