Pengaruh Arca Terhadap Batik

0 152

Pengaruh Arca Terhadap Batik

Motif batik bisa ditelusuri lewat sejumlah relief cerita di Candi Borobudur. Hanya penafsirannya masih memerlukan bahan pembanding lebih banyak. Persoalannya adalah batu-batu candi itu sudah agak aus, sehingga detail gambar kurang terlihat nyata. Informasi yang lebih akurat tentang batik ditafsirkan dari berbagai kain yang dikenakan oleh sejumlah arca batu. Terutama pada arca-arca yang berukuran relatif besar dari zaman Majapahit. Konon arca Kertarajasa yang merefleksikan pendiri Majapahit, Raden Wijaya, dalam perwujudannya sebagai Harihara, memakai Motif Batik Kawung. Karena itu kemudian Batik Kawung dianggap sebagai batiknya para raja atau bangsawan di Jawa.

Begitu pula yang terdapat pada Arca Prajnaparamita yang terdapat di Candi Gumpung, Muara Jambi. Arca Harihara dan Prajnaparamita diperkirakan berasal dari abad ke-13. Jika motif pada arca tersebut boleh disebut sebagai batik, maka penciptaan batik merupakan perjalanan panjang cipta karsa peradaban manusia nusantara sejak berabad sebelumnya.

Tafsiran lain mengatakan pola ceplok yang merupakan pola-pola batik kuno terdapat pada berbagai hiasan arca di candi-candi Hindu dan Buddha. Bentuknya adalah kotak, lingkaran, binatang, bentuk tertutup, dan garis-garis miring. Dasar pola ceplok paling nyata terdapat pada arca Buddha Mahadewa dari Tumpang dan arca Berkuti dari Candi Jago.

Source https://hurahura.wordpress.com/ https://hurahura.wordpress.com/2010/11/14/sejarah-batik/
Comments
Loading...