Pemuaian Gas dan Beberapa Hukum Tentang Gas

Apabila gas dipanaskan, gas hanya mempunyai koefisien muai ruang saja.besar koefisien itu sama untuk semua jenis gas, yaitu:

ᵞgas = 1/2730C

Ada tiga besaran yang harusdiperhatikan pada pemuaian gas, yaitu tekanan (p), volume(v), dan suhu gas (T). untuk mencari hubungan antara besaran yang satu dengan yang lain, hanya dua besaran yang bisa diubah, sedangkan besaran yang satu lagi dibuat tetap

a. Pemuaian gaspada tekanan tetap (hukum Charles- gay lussac)

Hasil bagi volume dengan suhu mutlak pada tekanan tetap selalu konstan

V1 / T1 = V2 / T2 atau V/T = konstan

dengan:

V1 = volume gas mula-mula pada suhu T1

V2 = volume gas pada suhu T2

T1  dan T2 = suhu gas (K)

Peristiwa pemuaian gas pada tekanan tetap disebut proses isobaric. Berikut ini grafik volume terhadap suhu pada proses isobarik .

b. Pemuaian gas pada volume tetap (Hukum gay Lussac)

Apabila gasdipanaskan pada volume tetap maka tekanandan suhu mutlaknya berubah, yang dinyatakan dengan persamaan:

P1 / T1 = P2 / T2 atau P/T = konstan

dengan:

P1 = tekanan gas pada suhu T1

P2 = tekanan gas pada suhu T2

Berikut ini grafik tekanan gas dengan suhu pada volume tetap.

Proses Pemuaian gas pada volume tetap disebut proses isokhorik (isovolum).

c. Pemuaian gas pada suhu tetap (Hukum boyle)

Hasil kali tekanan dengan volume pada suhu tetap adalah konstan. Jika gasdipanaskan pada suhu tetap, maka tekanan dan volume gas berubah, yang dinyatakan dengan persamaan:

P1 V1 = P2 V2 atau PV = konstan

dengan:

P1 dan P2 = tekanan gas

V1 dan V2 =  volume gas

Grafik P-V pada suhu tetap.

Proses pemuaian gas dengan suhu tetap disebut Proses Isothermal

Leave a Comment