Pemkot Malang Genjot Munculnya Enterpreneur Batik

0 55

Pemkot Malang Genjot Munculnya Enterpreneur Batik

Puluhan orang terlihat tengah serius membatik di selembar kain putih. Dengan telaten, mereka menggambar pola-pola yang membentuk gambar untuk nantinya diwarnai menggunakan malam.

Ya, beberapa orang tersebut memang sedang mengikuti pelatihan di bidang kerajina batik. Kegiatan diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi (Dinkop) dan Usaha Mikro Kota Malang. Acaranya di Hotel Pelangi, Malang. Pelatihan digelar pada 2-6 Juli 2018.

Kepala Dinkop dan Usaha Mikro Kota Malang Triwidyani Pangestuti mengatakan, melalui pelatihan ini pihaknya berupaya menggenjot munculnya enterpreneur-enterpreneur baru. Khususnya yang bergerak di kerajinan batik.

Ada empat trainer profesional yang dihadirkan. “Mulai dari belajar membuat produk hingga marketing dan strategi bisnis,” ujar Triwidya dalam keterangannya.

Perempuan yang akrab disapa Yani itu menyampaikan, pemilihan batik sebagai kerajinan yang dilatihkan karena banyak potensi pasarnya cukup terbuka. Apalagi batik memiliki nilai luhur. Bahkan, Kota Malang banyak memiliki pola-pola yang bisa diangkat ke kancah nasional maupun internasional.

Pemkot tidak hanya menggencarkan pendekatan melalui berbagai pembinaan dan pelatihan. Melainkan juga menangani usaha kecil dari hulu ke hilir. “Artinya, membantu dari bagaimana menumbuhkan, mengembangkan serta menciptakan produk yang berkualitas. Kemudian melakukan pendampingan, akses permodalan, pemasaran dan seperti apa packagingnya itu juga tidak kalah penting. Itu yang selalu digarap,” paparnya.

Salah satu pemateri yang dihadirkan adalah Konsultan Klinik Bisnis Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang Irfan Fatoni. Dia membagikan beberapa tips bagi para pembatik pemula. Antara lain mengenai pentingnya wirausahawan baru dalam melihat dan mengambil peluang yang ada.

Irfan menyontohkan, wirausahawan baru dapat membuka bisnis laundry dari pelatihan batik ini. “Atau membuat deterjen yang dikhususkan untuk batik. Itulah peluang yang harus diambil,” imbuhnya.

Irfan lantas menjelaskan perbedaan antara entrepeneur dengan survival. Menurutnya, kebanyakan pelaku UMKM hanya berada pada tingkat survival. Artinya hanya memikirkan yang penting usahanya jalan. “Tapi kalau entrepeneur bisa mengembangkan usahanya lebih besar. Menjadi entrepeneur inilah yang kami harapkan dari pelaku UKM,” terangnya.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/jpg-today/05/07/2018/pemkot-malang-genjot-munculnya-enterpreneur-batik
Comments
Loading...