Pemkot Madiun Inginkan Sentra Batik Khas

0 179

Pemkot Madiun Inginkan Sentra Batik Khas

Pemerintah Kota Madiun menginginkan sentra batik di wilayahnya guna mendukung penjualan produk unggulan batik khas daerah setempat. Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Madiun, Edy Djoko Purnomo mengatakan, SKPD yang dipimpinnya telah mengadakan kunjungan ke sentra batik di Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY, untuk merintis keinginan tersebut. Salah satu tempat pembuatan batik yang dikunjungi adalah Batik Tulis Wijirejo Topo HP milik dari Suditopo yang telah menggeluti usaha batik sejak tahun 1980-an dan memenuhi pesan hingga luar negeri.

Terdapat berbagai batik khas yang dikembangkan oleh warga Kota Madiun saat ini. Yakni, batik khas dengan Motif Pecelan, Seger Arum, Madumongso, dan Keris Tundung Madiun. Motif-motif tersebut merupakan cerminan dari hal-hal yang merupakan ikon atau ciri khas dari Kota Madiun. Seperti motif pecelan yang merupakan cerminan sambal pecel makanan khas Madiun. Kemudian motif seger arum merupakan cerminan dari jeruk nambangan yang dulu pernah menjadi produk asli Madiun namun kini telah hilang karena tidak ada lagi yang menanam buah tersebut.

Motif Madumongso yang merupakan jajanan khas Madiun dan keris tundung Madiun merupakan senjata Retno Dumilah yang merupakan tokoh pendiri Kadipaten Madiun pada masa Kerajaan Mataram dulu. Data Disperindagkoppar Kota Madiun mencatat, saat ini terdapat tujuh unit industri rumah tangga (IKM) yang menggeluti usaha batik. Ketujuh usaha tersebut telah berhasil memasarkan batik di wilayah Madiun dan kota-kota lain di Jawa Timur dengan omzet mencapai puluhan juta rupiah. Untuk mengembangkan IKM batik tersebut, Pemkot Madiun terus melakukan berbagai upaya. Di antaranya adalah pemberian pelatihan, pengadaan pameran tingkat regional dan nasional, serta berbagai macam promosi lainnya.

Source Pemkot Madiun Inginkan Sentra Batik Khas Batik
Comments
Loading...