Pemkab Kembangkan Batik Klaten

0 75

Pemkab Kembangkan Batik Klaten

Pemerintah Kabupaten Klaten sedang menyiapkan pembangunan untuk Klinik Desain Batik. Klinik Desain ini nantinya akan menjadi pusat pengembangan batik khas Klaten yang sedang dirintis oleh pemkab.  Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten Wahyu Hariadi mengatakan, pembangunan Klinik Desain Batik bekerja sama dengan SMKN 1 Rota Bayat dan Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta. Di Klinik Desain Batik, dibahas desain motif batik khas Klaten. Desain batik memuat produk unggulan atau ciri khusus Kabupaten Klaten. Di antaranya, gambar padi sebagai simbol Klaten daerah penyokong pangan nasional. Kemudian gambar air keluar dari kendi menggambarkan potensi air di Klaten dan kendi atau gerabah sebagai salah satu produk unggulan.  Gambar gunungan sebagai lambang Klaten Kota Budaya yang terkenal dengan pedalangan dan obyek wisata candi. Serta, bunga melati sebagai sejarah asal usul nama kabupaten, dan gambar garis-garis lurik. “Hasil akhirnya desain itu nanti sama dengan Cirebon yang punya motif khas Mega Mendung, atau Banyuwangi dengan motif khasnya Gajah Oling,” kata Wahyu.

Setelah desain batik khas Klaten disepakati, perajin batik diimbau untuk menggunakan desain motif tersebut dalam produk mereka. Hanya saja, kata Wahyu, desain batik khas Klaten lebih tepat dikerjakan dengan proses cap karena lebih mudah dan siap produksi massal. Tak hanya motif batik asli khas Klaten, Bappeda mendorong perajin berkreasi dengan motif tersebut untuk dikombinasikan dengan motif batik lainnya. Para perajin batik telah memiliki motif khas masing- masing. Desa Jarum, Kecamatan Bayat misalnya, desa yang terkenal dengan kerajinan batik itu telah memiliki motif tumbuhan sekitar seperti daun singkong, sirih, pohon mojo arum, dan lainnya.

Berdasar data dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), jumlah unit usaha klaster batik di Klaten mencapai 380 unit pada tahun 2014. Unit usaha tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 997 orang. Jika unit usaha batik dapat memproduksi kain batik khas Klaten maka dapat mencukupi kebutuhan massal untuk seragam di instansi pemerintahan, swasta, dan lainnya.

Source http://koran-sindo.com/  http://koran-sindo.com/page/news/2016-11-28/5/110/Pemkab_Kembangkan_Batik_Klaten
Comments
Loading...